Islam

Memilih Pasangan Idaman

April 7, 2016

Setiap muslim yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok suami dan istri dengan kriteria sebagai berikut ini…

anak yatim, orang miskin

Terikatnya jalinan cinta dua orang insan dalam sebuah pernikahan adalah perkara yang sangat diperhatikan dalam syariat Islam yang mulia ini. Bahkan kita dianjurkan untuk serius dalam permasalahan ini dan dilarang menjadikan hal ini sebagai bahan candaan atau main-main.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ثلاث جدهن جد وهزلهن جد: النكاح والطلاق والرجعة

“Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius: nikah, cerai dan ruju.’” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali An Nasa’i. Dihasankan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah)

Salah satunya dikarenakan menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup, insya Allah. Jika demikian, merupakan salah satu kemuliaan syariat Islam bahwa orang yang hendak menikah diperintahkan untuk berhati-hati, teliti dan penuh pertimbangan dalam memilih pasangan hidup.

Sungguh sayang, anjuran ini sudah semakin diabaikan oleh kebanyakan kaum muslimin. Sebagian mereka terjerumus dalam perbuatan maksiat seperti pacaran dan semacamnya, sehingga mereka pun akhirnya menikah dengan kekasih mereka tanpa memperhatikan bagaimana keadaan agamanya. Sebagian lagi memilih pasangannya hanya dengan pertimbangan fisik. Mereka berlomba mencari wanita cantik untuk dipinang tanpa peduli bagaimana kondisi agamanya. Sebagian lagi menikah untuk menumpuk kekayaan. Mereka pun meminang lelaki atau wanita yang kaya raya untuk mendapatkan hartanya. Yang terbaik tentu adalah apa yang dianjurkan oleh syariat, yaitu berhati-hati, teliti dan penuh pertimbangan dalam memilih pasangan hidup serta menimbang anjuran-anjuran agama dalam memilih pasangan.

Setiap muslim yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok suami dan istri dengan kriteria sebagai berikut:

1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya

Ini adalah kriteria yang paling utama dari kriteria yang lain. Maka dalam memilih calon pasangan hidup, minimal harus terdapat satu syarat ini. Karena Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al Hujurat: 13)

Sedangkan taqwa adalah menjaga diri dari adzab Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Maka hendaknya seorang muslim berjuang untuk mendapatkan calon pasangan yang paling mulia di sisi Allah, yaitu seorang yang taat kepada aturan agama. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pun menganjurkan memilih istri yang baik agamanya,

تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

Jika demikian, maka ilmu agama adalah poin penting yang menjadi perhatian dalam memilih pasangan. Karena bagaimana mungkin seseorang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, padahal dia tidak tahu apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan apa saja yang dilarang oleh-Nya? Dan disinilah diperlukan ilmu agama untuk mengetahuinya.

Maka pilihlah calon pasangan hidup yang memiliki pemahaman yang baik tentang agama. Karena salah satu tanda orang yang diberi kebaikan oleh Allah adalah memiliki pemahaman agama yang baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan akan dipahamkan terhadap ilmu agama.” (HR. Bukhari-Muslim)

2. Al Kafa’ah (Sekufu)

Yang dimaksud dengan sekufu atau al kafa’ah -secara bahasa- adalah sebanding dalam hal kedudukan, agama, nasab, rumah dan selainnya (Lisaanul Arab, Ibnu Manzhur). Al Kafa’ah secara syariat menurut mayoritas ulama adalah sebanding dalam agama, nasab (keturunan), kemerdekaan dan pekerjaan. (Dinukil dari Panduan Lengkap Nikah, hal. 175). Atau dengan kata lain kesetaraan dalam agama dan status sosial. Banyak dalil yang menunjukkan anjuran ini. Di antaranya firman Allah Ta’ala,

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

Al Bukhari pun dalam kitab shahihnya membuat Bab Al Akfaa fid Diin (Sekufu dalam agama) kemudian di dalamnya terdapat hadits,

تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Salah satu hikmah dari anjuran ini adalah kesetaraan dalam agama dan kedudukan sosial dapat menjadi faktor kelanggengan rumah tangga. Hal ini diisyaratkan oleh kisah Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dinikahkan dengan Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha. Zainab adalah wanita terpandang dan cantik, sedangkan Zaid adalah lelaki biasa yang tidak tampan. Walhasil, pernikahan mereka pun tidak berlangsung lama. Jika kasus seperti ini terjadi pada sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apalagi kita?

3. Menyenangkan jika dipandang

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang telah disebutkan, membolehkan kita untuk menjadikan faktor fisik sebagai salah satu kriteria memilih calon pasangan. Karena paras yang cantik atau tampan, juga keadaan fisik yang menarik lainnya dari calon pasangan hidup kita adalah salah satu faktor penunjang keharmonisan rumah tangga. Maka mempertimbangkan hal tersebut sejalan dengan tujuan dari pernikahan, yaitu untuk menciptakan ketentraman dalam hati.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا

“Dan di antara tanda kekuasaan Allah ialah Ia menciptakan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram denganya.” (QS. Ar Ruum: 21)

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan 4 ciri wanita sholihah yang salah satunya,

وان نظر إليها سرته

“Jika memandangnya, membuat suami senang.” (HR. Abu Dawud. Al Hakim berkata bahwa sanad hadits ini shahih)

Oleh karena itu, Islam menetapkan adanya nazhor, yaitu melihat wanita yang yang hendak dilamar. Sehingga sang lelaki dapat mempertimbangkan wanita yang yang hendak dilamarnya dari segi fisik. Sebagaimana ketika ada seorang sahabat mengabarkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia akan melamar seorang wanita Anshar. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أنظرت إليها قال لا قال فاذهب فانظر إليها فإن في أعين الأنصار شيئا

“Sudahkah engkau melihatnya?” Sahabat tersebut berkata, “Belum.” Beliau lalu bersabda, “Pergilah kepadanya dan lihatlah ia, sebab pada mata orang-orang Anshar terdapat sesuatu.” (HR. Muslim)

4. Subur (mampu menghasilkan keturunan)

Di antara hikmah dari pernikahan adalah untuk meneruskan keturunan dan memperbanyak jumlah kaum muslimin dan memperkuat izzah (kemuliaan) kaum muslimin. Karena dari pernikahan diharapkan lahirlah anak-anak kaum muslimin yang nantinya menjadi orang-orang yang shalih yang mendakwahkan Islam. Oleh karena itulah, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih calon istri yang subur,

تزوجوا الودود الولود فاني مكاثر بكم الأمم

“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’I, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani dalam Misykatul Mashabih)

Karena alasan ini juga sebagian fuqoha (para pakar fiqih) berpendapat bolehnya fas-khu an nikah (membatalkan pernikahan) karena diketahui suami memiliki impotensi yang parah. As Sa’di berkata: “Jika seorang istri setelah pernikahan mendapati suaminya ternyata impoten, maka diberi waktu selama 1 tahun, jika masih dalam keadaan demikian, maka pernikahan dibatalkan (oleh penguasa)” (Lihat Manhajus Salikin, Bab ‘Uyub fin Nikah hal. 202)

Kriteria Khusus untuk Memilih Calon Suami

Khusus bagi seorang muslimah yang hendak memilih calon pendamping, ada satu kriteria yang penting untuk diperhatikan. Yaitu calon suami memiliki kemampuan untuk memberi nafkah. Karena memberi nafkah merupakan kewajiban seorang suami. Islam telah menjadikan sikap menyia-nyiakan hak istri, anak-anak serta kedua orang tua dalam nafkah termasuk dalam kategori dosa besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كفى بالمرء إثما أن يضيع من يقوت

“Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud. Al Hakim berkata bahwa sanad hadits ini shahih).

Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun membolehkan bahkan menganjurkan menimbang faktor kemampuan memberi nafkah dalam memilih suami. Seperti kisah pelamaran Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha:

عن فاطمة بنت قيس رضي الله عنها قالت‏:‏ أتيت النبي صلى الله عليه وسلم، فقلت‏:‏ إن أبا الجهم ومعاوية خطباني‏؟‏ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏‏”‏أما معاوية، فصعلوك لا مال له ، وأما أبوالجهم، فلا يضع العصا عن عاتقه‏

“Dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, ia berkata: ‘Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku berkata, “Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu’awiyah telah melamarku”. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Adapun Mu’awiyah adalah orang fakir, ia tidak mempunyai harta. Adapun Abul Jahm, ia tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya”.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak merekomendasikan Muawiyah radhiyallahu ‘anhu karena miskin. Maka ini menunjukkan bahwa masalah kemampuan memberi nafkah perlu diperhatikan.

Namun kebutuhan akan nafkah ini jangan sampai dijadikan kriteria dan tujuan utama. Jika sang calon suami dapat memberi nafkah yang dapat menegakkan tulang punggungnya dan keluarganya kelak itu sudah mencukupi. Karena Allah dan Rasul-Nya mengajarkan akhlak zuhud (sederhana) dan qana’ah (menyukuri apa yang dikarunai Allah) serta mencela penghamba dan pengumpul harta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تعس عبد الدينار، والدرهم، والقطيفة، والخميصة، إن أعطي رضي، وإن لم يعط لم يرض

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamishah dan celakalah hamba khamilah. Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah.” (HR. Bukhari).

Selain itu, bukan juga berarti calon suami harus kaya raya. Karena Allah pun menjanjikan kepada para lelaki yang miskin yang ingin menjaga kehormatannya dengan menikah untuk diberi rizki.

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kalian. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An Nur: 32)

Kriteria Khusus untuk Memilih Istri

Salah satu bukti bahwa wanita memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam adalah bahwa terdapat anjuran untuk memilih calon istri dengan lebih selektif. Yaitu dengan adanya beberapa kriteria khusus untuk memilih calon istri. Di antara kriteria tersebut adalah:

1. Bersedia taat kepada suami

Seorang suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita.” (QS. An Nisa: 34)

Sudah sepatutnya seorang pemimpin untuk ditaati. Ketika ketaatan ditinggalkan maka hancurlah ‘organisasi’ rumah tangga yang dijalankan. Oleh karena itulah, Allah dan Rasul-Nya dalam banyak dalil memerintahkan seorang istri untuk taat kepada suaminya, kecuali dalam perkara yang diharamkan. Meninggalkan ketaatan kepada suami merupakan dosa besar, sebaliknya ketaatan kepadanya diganjar dengan pahala yang sangat besar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.” (HR. Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh Al Albani)

Maka seorang muslim hendaknya memilih wanita calon pasangan hidupnya yang telah menyadari akan kewajiban ini.

2. Menjaga auratnya dan tidak memamerkan kecantikannya kecuali kepada suaminya

Berbusana muslimah yang benar dan syar’i adalah kewajiban setiap muslimah. Seorang muslimah yang shalihah tentunya tidak akan melanggar ketentuan ini. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’” (QS. Al Ahzab: 59)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengabarkan dua kaum yang kepedihan siksaannya belum pernah beliau lihat, salah satunya adalah wanita yang memamerkan auratnya dan tidak berbusana yang syar’i. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رؤسهن كأسنة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا

“Wanita yang berpakaian namun (pada hakikatnya) telanjang yang berjalan melenggang, kepala mereka bergoyang bak punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan bahkan mencium wanginya pun tidak. Padahal wanginya surga dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Berdasarkan dalil-dalil yang ada, para ulama merumuskan syarat-syarat busana muslimah yang syar’i di antaranya: menutup aurat dengan sempurna, tidak ketat, tidak transparan, bukan untuk memamerkan kecantikan di depan lelaki non-mahram, tidak meniru ciri khas busana non-muslim, tidak meniru ciri khas busana laki-laki, dll.

Maka pilihlah calon istri yang menyadari dan memahami hal ini, yaitu para muslimah yang berbusana muslimah yang syar’i.

3. Gadis lebih diutamakan dari janda

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan agar menikahi wanita yang masih gadis. Karena secara umum wanita yang masih gadis memiliki kelebihan dalam hal kemesraan dan dalam hal pemenuhan kebutuhan biologis. Sehingga sejalan dengan salah satu tujuan menikah, yaitu menjaga dari penyaluran syahawat kepada yang haram. Wanita yang masih gadis juga biasanya lebih nrimo jika sang suami berpenghasilan sedikit. Hal ini semua dapat menambah kebahagiaan dalam pernikahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عليكم بالأبكار ، فإنهن أعذب أفواها و أنتق أرحاما و أرضى باليسير

“Menikahlah dengan gadis, sebab mulut mereka lebih jernih, rahimnya lebih cepat hamil, dan lebih rela pada pemberian yang sedikit.” (HR. Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Al Albani)

Namun tidak mengapa menikah dengan seorang janda jika melihat maslahat yang besar. Seperti  sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang menikah dengan janda karena ia memiliki 8 orang adik yang masih kecil sehingga membutuhkan istri yang pandai merawat anak kecil, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyetujuinya (HR. Bukhari-Muslim)

4. Nasab-nya baik

Dianjurkan kepada seseorang yang hendak meminang seorang wanita untuk mencari tahu tentang nasab (silsilah keturunan)-nya.

Alasan pertama, keluarga memiliki peran besar dalam mempengaruhi ilmu, akhlak dan keimanan seseorang. Seorang wanita yang tumbuh dalam keluarga yang baik lagi Islami biasanya menjadi seorang wanita yang shalihah.

Alasan kedua, di masyarakat kita yang masih awam terdapat permasalahan pelik berkaitan dengan status anak zina. Mereka menganggap bahwa jika dua orang berzina, cukup dengan menikahkan keduanya maka selesailah permasalahan. Padahal tidak demikian. Karena dalam ketentuan Islam, anak yang dilahirkan dari hasil zina tidak di-nasab-kan kepada si lelaki pezina, namun di-nasab-kan kepada ibunya. Berdasarkan hadits,

الوَلَدُ لِلْفِرَاشِ ، وَلِلْعَاهِرِ الْحَجْرُ

“Anak yang lahir adalah milik pemilik kasur (suami) dan pezinanya dihukum.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits yang mulia ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menetapkan anak tersebut di-nasab-kan kepada orang yang berstatus suami dari si wanita. Me-nasab-kan anak zina tersebut kepada lelaki pezina menyelisihi tuntutan hadits ini.

Konsekuensinya, anak yang lahir dari hasil zina, apabila ia perempuan maka suami dari ibunya tidak boleh menjadi wali dalam pernikahannya. Jika ia menjadi wali maka pernikahannya tidak sah, jika pernikahan tidak sah lalu berhubungan intim, maka sama dengan perzinaan. Iyyadzan billah, kita berlindung kepada Allah dari kejadian ini.

Oleh karena itulah, seorang lelaki yang hendak meminang wanita terkadang perlu untuk mengecek nasab dari calon pasangan.

Demikian beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan oleh seorang muslim yang hendak menapaki tangga pernikahan. Nasehat kami, selain melakukan usaha untuk memilih pasangan, jangan lupa bahwa hasil akhir dari segala usaha ada di tangan Allah ‘Azza Wa Jalla. Maka sepatutnya jangan meninggalkan doa kepada Allah Ta’ala agar dipilihkan calon pasangan yang baik. Salah satu doa yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan shalat Istikharah. Sebagaimana hadits dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

إذا هم أحدكم بأمر فليصلِّ ركعتين ثم ليقل : ” اللهم إني أستخيرك بعلمك…”

“Jika kalian merasa gelisah terhadap suatu perkara, maka shalatlah dua raka’at kemudian berdoalah: ‘Ya Allah, aku beristikharah kepadamu dengan ilmu-Mu’… (dst)” (HR. Bukhari)

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shaalihat. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Maraji’:

  1. Al Wajiz Fil Fiqhi As Sunnah Wal Kitab Al Aziz Bab An Nikah, Syaikh Abdul Azhim Badawi Al Khalafi, Cetakan ke-3 tahun 2001M, Dar Ibnu Rajab, Mesir
  2. Panduan Lengkap Nikah dari A sampai Z, terjemahan dari kitab Isyratun Nisaa Minal Alif ilal Ya, Usamah Bin Kamal bin Abdir Razzaq, Cetakan ke-7 tahun 2007, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor
  3. Bekal-Bekal Menuju Pelaminan Mengikuti Sunnah, terjemahan dari kitab Al Insyirah Fi Adabin Nikah, Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini, Cetakan ke-4 tahun 2002, Pustaka At Tibyan, Solo
  4. Manhajus Salikin Wa Taudhihul Fiqhi fid Diin, Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As Sa’di, Cetakan pertama tahun 1421H, Darul Wathan, Riyadh
  5. Az Zawaj (e-book), Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin, http://attasmeem.com
  6. Artikel “Status Anak Zina“, Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. , http://ustadzkholid.com/fiqih/status-anak-zina/

***
Sumber : www.muslim.or.id

Islam

Sekufu dalam pernikahan

April 7, 2016

163277_137774369617540_75636_n

Ini Videonya ,tonton ia

Apa itu sekufu?

 

Sekufu ialah persamaan di antara calon suami dan isteri daripada beberapa sudut:

 

1. Beragama dan baik. Maksudnya lelaki fasik tidak sekufu dengan perempuan solehah.

Dalam masalah ini, syara’ menganjurkan supaya mencari pasangan yang sekufu dari sudut beragama dan baik akhlak budi bicara.

 

“Bagaimana pula seseorang menikah karena mau berdakwah dan mendidik pasangannya?”

 

Sekiranya seorang lelaki yang kuat agama, alim dan tsiqah perilakunya mau menjadikan seorang perempuan yang sedikit ilmu agamanya bertujuan untuk mendidik. Sekiranya tidak menjadi kesalahan besar. Alhamdulillah jikalau itu matlamat dan niatnya.

 

Tetapi seandainya perempuan yang baik dan beriman mau berkahwin dengan lelaki fasik atas dasar karena mau mendidik lelaki itu. Adalah tidak digalakkan.

 

“Kenapa?” Muncul persoalan.

 

“Bukankah lelaki itu pemimpin wanita? Wanita itu sifatnya lemah lembut? Coba lihat sejauh mana seorang perempuan mampu mengubah seorang lelaki dengan sifat keegoannya yang tinggi? Mampukah?…”

 

“Saya bimbang perempuan yang solehah pada asalnya, solat menjadi tiang hidupnya, puasa menjadi makanan jiwanya, Quran menjadi penawar hatinya, hijab menjadi pakaiannya akan lenyap, terkikis lalu tenggelam ditengah-tengah perilaku si suami fasik..”

 

Saya kurang setuju dan syara’ juga mengambil kira hal ini.

 

Imam Ghazali pernah membicarakan mengenai faedah bernikah antaranya ialah petunjuk dan satu pengislahan jalan beragama.

 

Sekiranya berkahwin dengan seorang lelaki fasik menambahkan kefasikan, bagaimana mahu mendapat petunjuk melalui agama Islam dan beroleh barakah?

 

Sabda Baginda Rasulullah SAW:

 

Daripada Abi Hatim Al-Muzanni katanya, telah bersabda Rasulullah SAW:

“Apabila datang akan sekalian kamu orang yang kamu sukai agamanya dan perangainya maka nikahkanlah olehmu akan dia jika tidak lakukan nescaya jadi fitnah dibumi dan kebinasaan,” kata mereka itu: “Ya Rasulullah dan jika ada padanya sekalipun?”

 

 

Sabda Rasulullah SAW:

“Apabila datang akan sekalian kamu orang yang kamu sekalian sukai agamanya dan perangainya maka nikahkan akan dia, tiga kali.”

 

 

2. Pekerjaan. Lelaki yang mempunyai kerja yang rendah seperti tukang sapu, tukang kebun, pencuci tandas tentulah tidak setaraf dengan anak perempuan Mufti, lelaki alim, Qadi dan tokoh korporat.

 

“Kalau begitu, nampak seperti wujud kasta dan darjat keturunan?”

 

Perlu difahami, bukanlah sekufu itu mahu membezakan darjat dan keturunan seseorang sehingga menganggap pekerjaan sedemikan rupa sebagai suatu pekerjaan yang hina dina. Akan tetapi sekufu adalah bertujuan memberi kelebihan dan kebebasan pihak wanita dan wali untuk memilih bakal menantunya.

 

Sudah tentu wali mahu melihat pilihan jodoh anak perempuannya adalah yang terbaik.

 

3. Tidak mempunyai kecacatan yang boleh menyebabkan berlakunya fasakh dalam perkahwinan.

Contoh lelaki yang mempunyai penyakit Aids HIV, gila, sakit kusta atau sopak sudah tentu tidak sama ataupun setaraf dengan perempuan yang sihat.

 

Selain mendapat malu, dibimbangi juga akan berlaku kemudharatan kepada wanita bilamana berkahwin dengan lelaki berpenyakit sebegitu.

 

Adakah sekufu antara syarat wajib?

 

Tidak, cuma dalam masalah sekufu ianya merupakan hak seorang perempuan dan hak walinya.

Sekufu bukanlah antara syarat sah perkahwinan, ia hanya sebagai langkah mengelakkan wanita dan walinya menanggung malu ataupun berlaku kekeruhan rumah tangga kelak. Di antara tujuan sekufu ialah supaya pihak wanita tidak perlu mengubah kebiasaan hidup mereka.

 

Nabi Muhammad SAW meraikan hak sekufu sebagaimana sabda baginda dalam sebuah hadis bermaksud:

 

“Pilihlah bagi permata-permata kamu (anak-anak perempuan kamu) dan kahwinkanlah dengan yang sekufu dan kahwinkanlah mereka kepadanya.”

 

(Riwayat Hakim: 2/163 Beliau mensahihkannya)

 

Oleh kerana ianya bukan menjadi syarat sah perkahwinan, maka pihak wanita dan wali boleh saja menggugurkan syarat ini mengikut pandangan sendiri. Dengan kata lain, sekiranya wanita dan pihak wali meredhai lelaki yang bakal berkahwin tanpa melihat syarat sekufu maka nikahnya adalah sah.

 

Wallahhua’lam.

 

Rujukan:

 

Muhadharat fi Fiqh As-Sadah As-Syafi’eyyah, Doktor Khalifah Abdul Basit Shahain, Kuliah Tahun 3, Universiti Al-Azhar, Tanta.

 

Fiqh Al-Manhaji, Oleh Dr.Mustofa Al-Khin, Dr.Mustofa Al-Bugho & Ali Asy-Syarbaji.

 

Bahrul Mazi Syarah Mukhtasor Sohih At-Turmuzi, Syeikh Muhammad Idris Abdul Rauf Al-Marbawi Al-Azhari.

 

Sumber : http://faridrashidi.com

Islam

Berlombalah dalam kebaikan…

January 19, 2016

kebaikan

Salamun qaulam

Mirrabbi rahiim

Assalamu’alaikum
Warahmatullahi
Wabarakatuhu

Bissmillahir rahmaanir rahiim..

Allahumma shali wa salim ‘allaa syayidina muhammad minnal awwaliin wa minnal akhkhiriin..

Saya tersadar tentang sesuatu yaitu berlomba dalam berbuat kebaikan , Minggu kemarin saya menonton film dan didalamnya ada kata-kata ” Fastabiqul Khairat”. Kalian tau tidak menikah juga itu ibadah , di film itu ada seorang cowo yang bingung krn cewe yang dia sukai mau dilamar temanya waktu di pesantren. Dia tau dia masih belum siap dan masih ragu tapi si cewenya jg sangat suka sama cowo ini sehingga si cewe meminta dengan sangat agar si cowo melamar sebelum di lamar orang lain. Ternyata si cowo takut untuk melamar krn dia tau kualitas temanya yang sama mesantren denganya dulu ,temanya adalah sosok yang lebih berkecukupan dan siap untuk menikah. Dia meminta pendapat abangnya(teman tp sudah seperti saudara) ,abangnya sangat kesal krn abangnya tau bahwa menikah itu adalah ibadah kenapa dia maunya menyerah dan menyerahkan ibadah yang sangat besar itu pada orang lain. Berikut ini penjelaslan mengenai “Fastabiqul Khairat” dr web tutorialpandanwangi.blogspot.co.id.

berlomba-lomba-dalam-kebaikan

Fastabiqul khairat secara Harfiah memiliki arti ber
lomba-lomba dalam kebaikan.

Manusia diperintahkan untuk berlomba dalam
berbuat kebajikan terhadap manusia dan alam
sekitarnya.

Dalam Islam, istilah fastabiqul khairat ini merujuk
pada firman Allah Shubhanahu Wa Ta’alla sebagai berikut:

“Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan
dan takwa dan janganlah kalian tolong menolong
dalam perbuatan dosa dan permusuhan”. (Qs Al
Maidah ayat 2)

“Maka ber lomba-lombalah kamu dalam berbuat
kebaikan”. (Qs Al-Baqarah ayat 148)

Yang namanya ber lomba-lomba itu berarti siapa lebih
cepat,
“fastabiqul” bermakna berlomba adu cepat dan
“khairat” itu berarti lebih baik.

Jadi memang siapa lebih cepat (dalam
mengerjakan kebaikan) maka ia lebih baik (dari
muanusia lainnya) dan karenanya maka disukai oleh
Allah Shubhanahu Wa Ta’alla,

sebaliknya yang me nunda-nunda dan lambat dalam
mengerjakan kebaikan akan kurang disukai oleh
Allah Shubhanahu Wa Ta’alla apalagi yang sampai tidak mau
mengerjakan suatu kebaikan,

perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya (amar
ma’ruf nahi munkar) sangatlah dimurkai oleh Allah
Shubhanahu Wa Ta’alla.

Demikianlah pemaknaan bebas dari istilah
Fastabiqul Khairat.

Allahumma shali ‘alaa muhammad’..

Shallu ‘alaih..

Memang suatu kebaikan tidak boleh ditunda
pelaksanaannya.
Manusia saja menganggap menunggu adalah
pekerjaan yang sangat membosankan.

Tentu Anda pernah merasakan bagaimana lama dan
menjemukannya mengurus sesuatu misalnya KTP,
atau mengurus izin yang bisa memakan waktu ber
bulan-bulan. Anda tentu merasa kesal.

Bayangkan apabila hal yang sama anda lakukan
kepada Allah Azza Wa Jalla yg menguasai alam
semesta.

Bagaimana murkanya Allah Shubhanahu Wa Ta’alla kepada hamba yang
dengan sengaja telah membuat Beliau menunggu.

Sebenarnya Allah Shubhanahu Wa Ta’alla tidak membutuhkan
kebaikan tersebut, justru kebaikan tersebut adalah
untuk manusia itu sendiri.

Namun karena sifat Maha Penyayang , maka Dia
memerintahkan manusia untuk berbuat baik dan
menjadi semakin baik dari hari ke hari agar
mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat.

Dalam sebuah hadist Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda :

“Hari ini, Harus Lebih baik dari pada hari kemarin
dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”.

Maka barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari
kemarin maka ia adalah orang yang celaka.

Sementara orang yang hari ini sama saja dengan hari
kemarin disebut sebagai manusia yang merugi atau
mengalami kerugian karena tidak mau berusaha
maka ia kehilangan kesempatan untuk
mendapatkan sesuatu yang lebih baik ,

Barang siapa yang sudah baik hari ini dibanding hari
kemarin tetapi hari esok ternyata kembali menjadi
lebih buruk seperti hari kemarin, maka dia
tergolong manusia munafik yang kufur nikmat karena
telah diberikan rizki dan pengetahuan mengenai
kebaikan namun ternyata memilih kembali berbuat
buruk/jahat.

Dan sebaik-baik manusia adalah yang hari ini lebih baik
dari hari sebelumnya dan esok akan lebih baik dari
hari ini serta menjadi semakin baik pada hari-hari
berikutnya sampai ajal menjemputnya. Itulah yang
disebut dengan khusnul khatimah, karena istiqomah
dalam berbuat kebaikan.

Allah Shubhanahu Wa Ta’alla berfirman:

” Dan carilah pada apa-apa yang telah dikaruniakan
Allah kepadamu, kebahagiaan negeri akhirat dan
janganlah kamu lupakan kebahagiaanmu dari
(kenikmatan) duniawi. dan berbuat baiklah kamu
kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat
baik kepadamu, dan janganlah kamu membuat
kerusakan dibumi. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Qs Al
Qashash ayat 77)

Kebahagiaan negeri akhirat adalah keinginan dari
kita semua, hal ini tidak akan pernah terwujud dan
sulit untuk meraihnya kalau setiap diri tidak
berusaha membuka jalan kearah kenginan tersebut.

Allah tidak menyukai dan tidak menyuruh umat
manusia memfokuskan diri soal akhirat semata
dengan meninggalkan dan mengesampingkan jatah
kenikmatan dan kesenangan hidup didunia ini.

Hendaknya setiap diri harus bisa mempergunakan
kenikmatan maupun kesenangan dunia sebagai
kendaraan untuk mendapatkan kebahagiaan negeri
akhirat dengan segenap kemampuan yang diberikan-
Nya.

Firman Allah Shubhanahu Wa Ta’alla:

“Rabbana aatina fiddunya hasanatan wa filakhirati
hasanatan waqiina ‘azabannar”. (Qs Al Baqarah
ayat 202)
yang artinya

“berikanlah aku kebaikan di dunia dan kebaikan di
akhirat dan jauhkanlah dari panasnya api neraka”.

Ayat tersebut mengandung arti, bahwa kebaikan di
akhirat dan dijauhkannya seseorang hamba dari
panasnya api neraka itu hanya dapat dicapai
apabila di dalam kehidupan dunianya seseorang
hamba telah mendapatkan kebaikan terlebih dahulu
yaitu dengan cara mempraktekkan “fastabiqul
khairat”. Inilah kebenarannya,
bukakah memang akhirat itu hanya dapat kita
capai setelah kita melakukan perjalanan di dunia
terlebih dahulu?

Karena itulah maka berlombalah melakukan
kebaikan selama hidup di dunia agar kelak
mendapatkan kebaikan di akhirat dan dijauhkan
dari siksa neraka.

Akan tetapi kita harus ber hati-hati dalam mencari
kebaikan di dunia karena syaithan itu banyak
melakukan tipu daya berupa kesenangan dan
keindahan duniawi yang nampaknya baik namun
sesunggunya adalah perangkap bagi manusia yang
tidak beriman.

Sehingga manusia bisa terjerumus oleh godaan
tersebut.

Allahumma shali ‘alaa muhammad’..

Shallu ‘alaih..

Kita harus bisa membedakan, manakah kebaikan
yang diinginkan oleh Allah Shubhanahu Wa Ta’alla dan manakah yang
merupakan dorongan hawa nafsu yang ditunggangi
oleh bisikan syaithan.

Agar kita selalu selamat maka Allah Shubhanahu Wa Ta’alla dan
Rasul-Nya telah memberikan pegangan yaitu Al
Quran dan Al Hadist sebagai rujukan dan rambu-rambu
bagi kita dalam menjalani kehidupan serta mencari
kebaikan di dunia itu.

Sebab, tuntunan itu sudah sangat jelas
memisahkan antara yang haq dan yang batil,
nurani kita dengan mudah dapat memahaminya,
tinggal apakah kita mampu menundukkan hawa
nafsu?

Apabila tidak sanggup dan berat melawan diri sendiri
yang cenderung berbuat keburukan,
maka jalan satu-satunya adalah memohon
perlindungan dan pertolongan Allah Shubhanahu Wa Ta’alla dengan
berserah diri. Niscaya pertolongan akan datang.

Fastabiqul khairat dapat dilakukan melalui usaha
maupun pekerjaan yg kita lakukan dengan
sungguh-sungguh,
doa, sabar dan tawakal sebagai sandarannya serta
selalu saling berkompetisi didalam berbuat
kebaikan dan ibadah dsb.

Itulah kendaraan yg paling tepat dan efektif untuk
meraih kebahagiaan hidup didunia dan kehidupan
negeri akhirat yang abadi.

Tapi kalau sebaliknya, suka membuat
kerusakan.permusuhan maupun kerusuhan di
mana-mana, apalagi sampai berbuat dosa dan durhaka
maka jangan disesali diri akan dikucilkan
masyarakat dan akan sangat dimurkai oleh Allah
Shubhanahu Wa Ta’alla sehingga ditimpakan azab dan kutukan-Nya.

Hal-hal yang dilarang Allah Shubhanahu Wa Ta’alla dan Rasul-Nya harus
dihilangkan sedini mungkin, mengantinya dengan
berprilaku terpuji dan senang dalam berbuat kebaikan.

Saling berkompetisi dan berlomba-lomba dalam
berbuat kebaikan (Fastabiqul Khairat) juga
bermakna selalu mentaati dan patuh untuk
mengaplikasikan dan merealisasikan segala perintah
Allah Shubhanahu Wa Ta’alla dan mengekang diri, mengendalikan hawa
nafsu untuk menjauhi larangan-Nya.

Kalau dikaji lagi dengan seksama betapa
pemurahnya Allah Shubhanahu Wa Ta’alla, dimana didalam
melaksanakan segala bentuk kewajiban hanya
berdasarkan kesanggupan manusia itu.

Dalam artian, dikerjakan dengan penuh kesadaran
menurut kekuatan fisik, hati maupun pikiran.

Sedangkan didalam menghentikan larangan tidak
bisa ditawar-tawar dengan berbagai macam alasan
(excuse) bagimanapun situasi dan kondisinya harus
dihentikan.

Hasbunallahu wa ni’mal wakil.

Ni’mal maula wa ni’man nashiir.

Wallahhu a’lam.ُ
Barakallahufikum ….

SEMOGA BERMANFAAT

Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi
Wabarakatuhu

Story

Ku Bukakan Pintunya (3)…

January 14, 2016

Hari ini tian baca Surat Al-An’am disalah satu ayatnya berbunyi seperti ini :

Dan pada sisi Allah-lah mafatih yang ghaib (kunci-kunci semua yang ghaib); tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan. Dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula,) Dan tidak jatuh sebuah bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak ada sesuatu yang basah dan atau yang kering, melainkan tertulis dalam lauh mahfuz. (Qs. al-An’am [6] :59).

Dari pertama kita memperbaiki diri dan terus istiqamah untuk berdoa ,berjuang dan pasrah pada Allah bahwa akan diberikan yang terbaik buat kita, yakinlah Allah akan membantu kita krn Allah tidak diam – tidak tidur. Ingat satu hal tiap Allah memanggil dahulukanlah shalat maka Allah akan mendahulukanmu, bagaimana jika km tidak mendahulukan Allah maka Allah pun ga akan mendahulukanmu.

Lanjut…

Alhamdulilah dan rasa syukur yang sangat besar yang tian rasakan saat itu dan sekarang. Setelah 2 minggu kami bisa bertemu untuk saling tanya, saling meyakinkan dan diproses ini adalah proses dmn calon ta’aruf bisa menolak makanya… pasti ada rasa was was :(.  Pertanyaan yang ditanyakan pihak akhwat biasanya memang apa yang diragukan didalam hatinya dan untuk ikhwan jawablah dengan bijaksana dengan ilmu yang menjurus ke ajaran agama serta rasulullah tapi yang paling penting semua jawabanya tulus dari dalam hati 🙂 .

Banyak hal yang tian bayangkan jika tian menikah kelak dimana tian bisa saling berbagi pendapat seperti rasulullah meminta pendapat ummu salamah, seperti yang tian alami sekarang memilih pekerjaan yang terbaik bagi tian untuk saat ini. Setiap malam saling berbagi cerita,saling mengingatkan dalam ibadah, jalan-jalan bareng , kuliner bareng, ngaji bareng dan masih banyak lagi. Tapi diwaktu penantian ini ada beberapa hal yang menggajal dimana tian tau dia dalam hal agama lebih lebih dari tian membuat tian berpikir, apakah tian pantas untuknya krn masih banyak yang lebih baik,ganteng,kaya, pendidikan agamany kuat, memikirkan ini membuat air mata tian menetes saat mengendari motor – saat shalat, mungkin terasa cengeng tapi :

Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يلج النار رجل بكى من خشية الله حتى يعود اللبن في الضرع

Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إلا ظلُّهُ ….، ورَجُلٌ ذَكَرَ اللَّه خالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; …. dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).

Dan sabda beliau Shallallâhu ‘alaihi wa sallam

عينان لا تمسهما النار ، عين بكت من خشية الله ، وعين باتت تحرس في سبيل الله

Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.

Di sini kita liat bahwa menangis menunjukan keimanan seseorang tp tetep aja orang gede suka olahraga menangis kayak gmn gitu 😀 tp tetep aja Allahlah maha pembolak balik hati dmn hanya orang berimanlah yang dimudahkan dirinya untuk menangis setiap mengingatnya krn orang yang sukar menangis hatinya bagaikan batu yang sudah lama tidak tersentuh siraman iman. Tian takut tidak bertemu hari esok sedangkan tian belum sempat menyempurnakan agama tian. Tian takut ada seseorang yang lebih lagi untuknya walaupun sedih dan pedih tian ikhlas jika suatu saat ada yang lebih untuknya krn tian tahu tian mempunyai banyak kekurangan T_T . Hanya menjadi lebih baik dari hari keharilah yang bisa menenangkan tian, semoga Allah memudahkan perjuangan tian ia teman teman, Doain yang terbaik buat tian ia 🙂 .

ikhwan_wa_akhwat

Maaf kalo ada salaah kata kesalahan sepenuhnya dari saya kebeneran dari Allah semata :).

Assalammuaikum.

Story

Ku Bukakan Pintunya (2)…

January 12, 2016

jaga-pandangan

Setelah beberapa minggu di tar-q pihak jeha menghubungi bahwa kelas dapat dimulai, karena haus akan ilmu dan merasa sangat kurang dan teramat sangat ingin bisa maka tian mengambil kelas juga di jeha. Alhamdulilah seiringnya waktu dan berlatih makin lumayan bacaanya dan masih jauh dari bagus. Dengan ikhtiarnya tian untuk memperbaiki bacaan Al-Quran tidak lupa tian untuk ikhtiar mencari Tulang Rusuk tian yang hilang 🙂 . Jujur banyak cerita dan perjuangan yang tidak bisa terungkapkan hanya dengan sebuah kata karena didalamnya ada tangis, tawa, senyum, ikhtiar 1000% dan doa. Akhirnya Pintu itu terbuka ,Seperti kejadian hari minggu 10 januari 2016 dimana jadwal belajar tian di tar-q biasanya jam 1 sekarang jadi jam 10 dan biasanya tian belajar di ruang 5.

Singkat cerita, seperti biasa tian masuk dan ngobrol dengan fo ,apakah ustadz pengajar saya sudah datang apa belum?. Ustadznya sudah datang tp lg makan dan biasanya tian langsung masuk ke ruang 5 dengan polosnya dan tidak nanya apakah didalam ada yang lagi belajar apa tidak. Tanpa mengetuk pintu tian Langsung buka pintu itu dan ada tatapan senyuman yang tian dambakan untuk menjadi pendamping hidup tian dengan malu plus kaget tian tutup pintunya. Tian disitu makin yakin bahwa kita dipertemukan bukan karena kebetulan dari karena kehendak Allah seperti cerita tian sebelumnya. Siapakah orang yg di balik pintu itu dialah akhwat yang menerima tian untuk bertaaruf denganya walaupun dia tau tian masih belajar ngaji dan hafalan tian masih sedikit dan dibandingkan dengan dia jauh.

September atau Oktober dimana kira-kira tian bertemu dengan dia, waktu itu tian lg duduk deket fo dan sambil bercanda dengan fo dan murid yang lain disebrang tian ada 2 orang akhwat lg ngobrol di dalam ruangan kelas dan mereka terlihat bolak balik mencari ruangan. Ada satu akhwat yang ngeliatin tak sengaja karena ngerasa adayang ngeliatin ia tian serentak melihat kedalam ,Mata tian lsg tertuju pada satu akhwat yang jika tian melihat kedalam matanya apa yang tian doakan dalam setiap doa tian ada didalam dia. Kebetulan fo mengajak ngobrol mereka dan tian pun dengerin siapa nama mereka untuk di save didalam otak :D.

Pelajaran kembali dimulai dan ustadz pun menanyakan satu hal ,ada kah seseorang yang di sukai untuk ta’aruf? krn kebetulan tian mengutarakan maksud tian utk taaruf sebelumnya. Namanya tian sebut dan ustadz pun menyuruh bikin CV Ta’aruf , besok harus dikirim kesini ia :kecap ustadz. Habis pulang dari sana tian langsung bikin CV untuk dikirim besok ke tar-q sekalian pergi kerja. Seminggu kemudian tian mendapat kabar CV udah ada di akhwat dan lagi dipertimbangkan. Menunggu seminggu kemudian dan tian dapat kabar akhwatnya setuju tp harus menunggu kakanya menikah dulu atau merujuk saya agar berkenan dengan kakanya. Minggu bergulir Minggu akhwatnya bingung dan pengen kakanya menikah dulu karena orang tuanya pengen satu satu menikah dulu. Jujur tian sedih tapi mau gmn lagi cowo itu harus tahan banting dan terus istiqomah dengan jalan yg diridhoi Allah.

Tian biasa melakukan shalat istikharah dan taubat dari sebelum buan puasa di tahun 2015 dan sampai skrg masih alhamdulilah. Tiap tian shalat dan dzikir air mata ini serasa terus mengalir karena tian selalu bertanya dalam pikiran tian, apakah tian ini gak pantas mendapatkan jodoh yang sholehah ya Allah T_T ,ibarat perumpamaan saya tidak pantas masuk surga  tapi saya tidak ingin masuk neraka. Tian pengen mendapat jodoh yang sholehah walaupun tian blm sholeh betul karena tian pengen lebih sholeh lagi dari ini tian pengen mendapat akhwat yang sholeh dan bisa saling mengingatkan dalam hal ibadah yang akan membuat hidup kita lebih berarti dimata Allah. Yang bisa tian lakuin waktu itu cuman berdoa, berserah diri kepada Allah krn Allahlah maha pembolak balik hati. DIA yang tau mana yang terbaik buat kita, tian tidak bisa melampaui kehendak Allah dan yakinlah Allah punya rencana indah dibalik itu semua.

560569_2527546806094_7328559_n

Pertengahan bulan november tian dapat kabar lagi dari ustadz bahwa akhwatnya pengen lanjut, spontan tian bilang serius ustadz ah kalo ragu mah lebih baik jangan ustadz krn rasulluhlah mengajarkan bahwa kalo ragu ragu lebih baik jangan dan ustadz pun menjelaskan bahwa akhwat emang gak ragu cuman krn ada pikiran kakanya blm nikah ,orang tuanya pun ingin kakanya dulu terlebih dahulu walaupun dalam syariat menjelaskan siapa yang siap kenapa tidak disegerakan. Alhamdulilah kaka-kakanya mau menikah bentar lagi, ada yang sudah melamar dan ada yang sudah dilamar. Allah telah membukakan pintu ikhtiar untuk tian tinggal tian berjuang untuk lebih baik lagi.

-bersambung-

Islam

Tawadu yuk…

January 12, 2016

01 Furqan 63

Habluminallah dan habluminannas merupakan salah satu wasiat nabi yakni wasiat tentang hubungan secara vertikal manusia kepada Allah (habluminallah) dan hubungan secara horizontal sesama manusia (habluminannas). Tawadu merupakann salah satu sifat yang merujuk ke habluminannas karena berhubungan dengan manusia dan tian jg tau bahwa sesuatu yang berhubungan dengan sifat dan periaku itu salah satu hal yang paling susah krn setiap manusia punya penyakit hati seperti : tidak suka dengan orang, menjelek-jelekan, ngomongin, sombong, pelit dll. Sifat Sifat itu adalah sifat yang merugikan karena akan mgnakibatkan hati kita keras maka dari itu kita harus berusaha bersifat tawadu dan harus dilatih setiap hari, tapi sebelumnya apa itu tawadhu??

Tawadu adalah sikap rendah hati yang merupakan akhlak yang utama. Dengan tawadu akan menjadi indah budi pekertinya,baik terhadap sesama manusia maupun terhadap Allah. Sikap tawadu’ muncul karena adanya kesadaran akan hakikat kejadian manusia dan hari kemudian. Islam mengajarkan bahwa manusia itu harus bersikap tawadu’. Sikap tawadu’ ini harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Gambaran orang yang bersikap tawadu’ adalah sebagaimana diungkapkan dalam hadits nabi sebagai berikut artinya :

“ Sesunguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku orang lain dan seorang yang tidak berlaku curang atas orang lain.”(HR.Muslim)

Sebagian dari perwujudan sikap tawadu’ yaitu tiadanya sikap bermegah-megahan(sombong, congkak, takabur) serta berlaku curang (tidak adil, mau enaknya sendiri). Orang yang memiliki sifat tawadu’ juga harus bersifat rendah hati dan ucapan katanya mengandung  kesejahteraan dan keselamatan, tidak menyakitkan orang lain(tidak pandang siapa yang jadi lawan bicaranya).

Firman Allah yang artinya :

“Dan hamba-hamba yang baik dari tuhan yang maha penyayang itu(ialah) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan (Al-Furqan : 63).

Sikap tawadu’ bukanlah sikap yang rendah dan tidak mengurangi harga diri seseorang. Bahkan menaikkan derajat orang itu sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadist yang artinya :

“Dari Abu Hurairah R.A, Rasulullah bersabda “Sedekah tidak mengurangi harta dan Allah akan menambahkan selain kehormatan kepada seseorang yang memberi maaf dan tiada seorang yang bertawadu’ secara ikhlas karena Allah, melainkan Alah mengangkat derajatnya”(HR.Muslim).”

Maaf kalo ada salaah kata kesalahan sepenuhnya dari saya kebeneran dari Allah semata :).

Assalammuaikum.

Islam, Story

Ku Bukakan Pintunya…

January 11, 2016

Buka Pintu

وعنده, مفاتح الغيب لا يعلمها إلا هو ۚ ويعلم ما فى البر والبحر ۚوما تسقـط من ورقة إلا يعلمها ولا حبة فى ظلمت الأرض ولا رطب ولا يا بس إلا فى كتب مبين

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua perkara yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia Maha Mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak juga sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan telah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Qs. Al-An’aam: 59)

إن الله بكل شيء عليم

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” (Qs. At-Taubah: 115)

كتب الله مقادير الخلا ئق قبل أن يخلق السماوات زالأرض بخمسبن ألف سنة

“Allah telah menulis seluruh takdir seluruh makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.”
(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya, kitab al-Qadar (no. 2653), dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, diriwayatkan pula oleh Tirmidzi (no. 2156), Imam Ahmad (II/169), Abu Dawud ath-Thayalisi (no. 557))

Dia dunia yang diciptakan Allah ini tidak ada yang kebetulan semua atas izin Allah.Pertemuan dan Perpisahan adalah satu hal yang berbeda tp tidak dapat dipisahkan krn didunia ini tdk ada yang abadi.Kali ini tian pengen cerita berbagai kejadian yang tidak disengaja dan mungkin juga jalan Allah.

Tian ini orang yang masih belajar untuk memperbaiki diri mulai dari membaca Al-quran hingga pengetahuan agama. Dengan hausnya tian akan ilmu tian belajar tahsin di tiga tempat yaitu salman, tar-q dan jendela hati. Jujur sebagai muslim tian sedih ngeliat diri tian sendiri yang kurang fasih membaca al-quran sesuai kaidah yang ditentukan. Kok bisa sampai di 3 tempat? Awalnya akhir 2014 tian mengikuti seminar pranikah di Salman ITB, disitu banyak ilmu yang tian dapat dan terbesit tiap hari ada bayangan bahwa tian menjadi ustadz, tian tau ini suatu pertanda dari Allah utk merealisasikanya tp tian yakin utk jadu ustadz itu ga mudah apalagi tian ngajinya masih parah walupun tiap pagi baca jg emang dasarnya lemah. Maka tian coba nyari guru ngaji dan mengutarakan maksud tian. Akhirnya tian diajarkan oleh ustadz di salman selama 2bulan tapi krn jadwal yang bentrok dengan ustadznya membuat jadwal belajar tahsin tian berantakan akhirnya tian putusin nyari tempat ngaji lain, kebetulan yang paling deket dengan rumah di jendela hati. Jendela hati adalah sebuah tempat belajar tahsin yang didirikan oleh ust abu rabbani. Mencari ilmu harus dari yang terpercaya karena di akherat kelak kita harus mempertanggung jawabkan ilmu yang kita dapat benar apa salah,nah ini dia haditsnya :

Diwajibkan bagi orang yang mencari jalan yang benar (belajar agama) untuk mencari seorang guru yang benar, dan di bawah arahan guru yang sempurna dan bisa menyempurnakan sehingga bisa menghantarkan kepada hakikatnya keyakinan dengan mengedepankan kekuatan ruhani mengalahkan kekuatan jasmani (akal fikiran)
(Tafsir haqqi, juz 15, hal: 13)

Kebetulan di jeha kurang terorganisir jadi proses belajarnya lama krn harus menunggu murid yang lain untuk gabung krn tian ambil kelas reguler disini untuk kelas privat harganya agak tidak bersahabat di dompet 😀 . Dengan lamanya waktu berjalan tiap pulang kerja tian selalu lewat jalan potong dr suci ke cikutra lalu ke jalan sidomukti dan kebetulan pas dimotor tian liat ada plang Tar-Q tempat belajar tahsin. Hari minggu tian langsung ikhtiar mencari ilmu ke Tar-Q ,Alhamdulilah disini lebih terorganisir  sehingga minggu depanya tian udah bisa belajar disini.

-bersambung-

Islam

3 Petunjuk Secara Islam dalam Memilih Perempuan/Lelaki yang Baik Dijadikan Pendamping Hidup Dengan Hadits yang mendukungnya

January 7, 2016

pas hidp

Terkadang kita takut untuk memilih mana yang terbaik untuk menjadi pasangan hidup kita tapi sebenarnya pertunjuk itu sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad bertahun tahun yang lalu , Maka dari itu kita perlu belajar dan memahami ilmu yang di tingalkan Nabi Muhammad. Adapaun 3 Petunjuk itu adalah :

  1. Beragama yang baik, diharapkan calon pendamping hidup kita nantinya mengerti agama karena dengan mengertinya agama dia tau mana yang baik dan mana yang buruk. Ada hadits mengatakan : Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung(H.R. Bukhari dan Muslim). Catet ia “engkau akan BERUNTUNG” coba bayangkan, gimana kalo pendamping hidup kita ga bener (misalnya suka mukul ,selingkuh,judi ,mabok, pergi sama orang lain yang bukan muhrimnya) pasti sakit rasanya ia, Maka dari itu mencari Agamanya lebih baik apalagi kalo ditambah satu keriteria lg dari 4 itu tambah-tambah deh Beruntungnya.
  2. Akhlak yang baik, kenapa sih Akhlak? ga semua orang beragama bisa memiliki akhlak yang baik karena akhlak itu cerminan diri kita terhadap lingkungan ,dimana menjadi kebiasaan yang menjadi tabiat dan ini susah dirubah.
  3. Taat pada orang tua, orang tua adalah segalanya bagi kita krn merekalah yang membesarkan kita dari kecil dan merekalah orang yang benar benar menyayangi kita dengan sepenuh hati makanya patuh pada orang tua(patuh pd hal yang baik ia 🙂  adalah keajiban dari seorang anak. Jika dia patuh pada kita InsyaAllah dia juga akan patuh juga pada kita nantinya 🙂 .

Ada beberapa hadits yang bagus untuk memilih pasangan hidup :

  • “Jauhilah olehmu khadraauddiman!” Rasulullah ditanya: “Wahai Rasulullah, apakah khadraauddiman itu?” Sabdanya: “Wanita cantik di lingkungan yang buruk.” (H.R. Daraquthni, Hadits lemah)
  • “Perbuatan manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik, dia akan beruntung dan selamat. Akan tetapi, bila shalatnya tidak benar, dia akan gagal dan merugi. Jika ada yang kurang sedikit dari kewajiban yang dilakukannya, kelak Tuhu yang Maha Gagah dan Maha Mulia akan berfirman: ‘(Wahai Malaikat), perhatikanlah apa hamba-Ku ini melakukan shalat sunnah sehingga dapat menyempurnakan kekurangannya dalam melakukan shalat wajib, kemudian semua amalnya akan dihisab dengan cara seperti ini.'” (H.R. Tirmidzi, Hadits hasan)
  • “Wahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?” Saya menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Sabdanya: “Dengan janda atau perawan?” Saya menjawab: “Janda.” Sabdanya: “Mengapa bukan perawan, supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat bergurau denganmu?” Saya menjawab: “Sesungguhnya bapakku telah wafat saat perang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepada kami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang ‘mumpuni’, ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadap mereka.” Sabdanya: ” Engkau benar, insya Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
  • Q.S. At-Tahriim ayat 11:
    “Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syura; dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim'”.
  • Q.S. An-Nisaa’ ayat 3 :
    “Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, …”
  • Q.S. An-Nisaa’ ayat 34:
    “…Oleh sebab itu, wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara (dirinya dan harta suami) ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah (menyuruh) memeliharanya…”
  • “Sebaik-baik istri yaitu yang meyenangkanmu ketika kamu lihat; taat kepadamu ketika kamu suruh; menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi”.
    (H.R. Thabarani, dari ‘Abdullah bin Salam)
  • “Wanita-wanita yang gemar minta cerai dan wanita-wanita pesolek (di luar rumah) adalah wanita-wanita munafik”. (H.R. Abu Nu’aim)
  • “Ada empat perkara, siapa mendapatkannya berarti kebaikan dunia dan akhirat, yaitu hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, bersabar ketika mendapatkan musibah, dan perempuan yang mau dikawini bukan bermaksud menjerumuskan (suaminya) ke dalam perbuatan maksiat dan bukan menginginkan hartanya.” (H.R. Thabarani, Hadits Hasan)
  • “Sesungguhnya wanita yang membawa berkah yaitu bilamana ia mudah dilamar, murah maskawinnya, dan subur peranakannya.” (H.R. Ibnu Hibban, Hakim, dan lain-lain, dari ‘Aisyah).
  • Q.S. An-Nisaa’ ayat 4 : “Berikanlah maskawin kepada wanita (yang kamu nikahi) dengan maskawin yang menyenangkan …”

Segitu dulu ia Maaf kalo ada salah,Salah semua ada disaya yang benar hanya ada di Allah. Assalamuala`ikum.

Islam

Mengapa Harus Ta`aruf?

January 5, 2016

11889534_10153474045681351_8088836803835634190_n

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

sebelumnya maaf jika ada salah kata atau apapun itu saya hanya manusia yang serba kekurangan baik dalam ilmu tp pengen banget untuk berbagi ,jika terjadi kesalahan itu sepenuhnya dari saya kebenaran hanya milik Allah.

Sungguh tidak terpikirkan untuk istiqamah memilih jalan ta’aruf untuk mencari pendamping hidup, sebelumnya tian memang pernah pacaran krn waktu itu belum tau konsep yang diajarkan islam itu seperti apa. Apakah kalian tau cara islami itu sangat menjaga kehormatan wanita mulai dari tidak diperbolehkanya seseorang yang bukan muhrimnya menyentuh dia karena memang seorang ratu hanya pantas untuk seorang raja berbeda dengan konsep pacaran dmn kalo kita ga saling pegangan tangan serasa gak pacaran krn aku tuh pengen pegang tangan km sampai kepelaminan #ehh. Nah itu dia pacaran itu gak cukup pegangan tangan walaupun pegangan tangan dikatakan lumrah dijaman skrg ini tapi kalo COWO NORMALLL ga cukup pegangan tangan (Teralami soalnya saya normal 😀 , Astagfirullah 🙁 ).

Mengapa harus ta’aruf?

Menjaga Kehormatan Wanita

Menjaga Hati Sebelum terlampau cinta 😀

Lebih enak pacaran setelah menikah, udah syah gitu jd bebas mau jungkir balik jg dan tidak menimbulkan fitnah krn fitnah terbesar ada di fitnah syahwat dan fitnah mulut

Mendapat berkah dari Allah krn tian yakin dengan cara terbaik akan dapat yang terbaik jg

ini adalah haditnya :
‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).'”

“Ada empat perkara yang termasuk Sunnah para Rasul: rasa-malu, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah.”

“Menikahlah, karena sesungguhnya aku akan membangga-banggakan jumlah kalian kepada umat-umat lain pada hari Kiamat, dan janganlah kalian seperti para pendeta Nasrani.”

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ، فَقَدِ اسْـتَكْمَلَ نِصْفَ الدِّيْـنِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِيْمَـا بَقِيَ.

“Jika seorang hamba menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya; oleh karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah untuk separuh yang tersisa.”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ وَقَاهُ اللهُ شَرَّ اثْنَيْنِ وَلَجَ الْجَنَّةَ: مَـا بَيْنَ لَحْيَيْهِ، وَمَـا بَيْـنَ رِجْلَيْهِ.

“Barangsiapa yang dipelihara oleh Allah dari keburukan dua perkara, niscaya ia masuk Surga: Apa yang terdapat di antara kedua tulang dagunya (mulutnya) dan apa yang berada di antara kedua kakinya (kemaluannya).”

“Nikahlah dengan gadis perawan; sebab mereka itu lebih manis bibirnya, lebih subur rahimnya, dan lebih ridha dengan yang sedikit.”[14]

masih banyak lagi haditnya, tian kasih tips ta`ruuf ia

Jemput jodoh dengan ta`aruf :

  1. Bantuan orang tua/wali/sahabat.
  2. Bantuan ustadz/orang sholeh yang mengerti ilmu agama.
  3. Memilih sendiri dan minta bantuan kerabatnya untuk mengutarakan tujuan kita.
  4. Wanita boleh menawarkan diri kepada lelaki sholeh agar dinikahi. Coba bacalah cerita Siti Khadijah yang menawarkan diri kepada Nabi Muhammad, ingat jangan pernah merasa malu karena sesunguhnya menuruti jalan yang diridhai Allah adalah jalan yang terhormat.

Ingat tujuan  ta`aruf adalah untuk menjauhi maksiat mendekati kemuliaan ,dua orang yang saling mencintai karena Allah dan takwa karena Allahlah sang pembolak balik hati.

Setelah kita menikah ada beberapa hal yang harus kita ketahui yaitu karakter wanita dan kakakter cowo,kita liat berikut ini :

  1. Ketika menghadapi masalah wanita cenderung curhat(wanita ingin didengarkan kita sebagai cowo jangan ngasih solusi coba dengarkan sampai habis kalo dia minta solusi baru kasih tapi kalau ga minta solusi bilang aja yang sabar ia atau apalah itu 🙂 -cowo cenderung memberikan solusi -cewe cenderung pakai perasaan dan terkadang cuman perlu didengarkan agar hasratnya sebagai wanita yang memang lebih banyak bicara terpenuhi),saat cowo menyendiri (biarkan ia selesaikan masalahnya sendiri krn cowo terkadang ada saatnya ga bisa diganggu kalo di ganggu suka kesel)
  2. Cara liat lingkungan ce : melebar/meluas ,co : menyempit
  3. Fokus, ce : Membangun Hubungan(multitasking), co : Solusi

Pengenalan Khusus :

  1. Mengenali dgn menyeluruh (visi,misi,keribadian,tanggung jawab,kebiasaan,dll).
  2. Data diri,kemudian bertemu didampingi.
  3. Cari informasi melalui orang terdekatnya.

Setelah ikhtiar ta`aruf sudah dilakukan minta kemantapan hati dari Allah dengan Shalat Istikharah dan musyawarah dengan keluarga.

beberapa tips :

  1. Niatkan Lilah ta`ala
  2. Pastikan data pernikahan tercatat di KUA
  3. Tuliskan visi,misi,rencana hidup, hubungan sosial, visi misi jarak panjang dan dekat,dll
  4. Menulis Proposal Hidup
  5. Terus tingkatkan Kualitas diri kita sampai akhir hayat karena jodoh yang baik adalah yang baik juga dan kita disarankan untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin, maka kita akan beruntung.
  6. Jadilah mandiri, persiapakan dari sekarang.
  7. Menikahlah dengan sederhana.

Jemputlah jodohmu dengan Memantaskan,Mengikhlaskan,Mendapatkan dan Cintailah pasangan halalmu seolah menjadi pekerjaan paling membahagiakan jiwa.

Artikel ini ada dari pengalaman pribadi,buku dan seminar-seminar,

Maaf kalo ada salaah kata kesalahan sepenuhnya dari saya kebeneran dari Allah semata :).

Assalammuaikum.