Browsing Category

Story

Islam, Story

7 Golongan yang Mendapatkan Naungan Allah (beserta penjelasan dan pengalaman)

November 8, 2017

Bismillahhir rahmanir rahim:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Pada hari kiamat manusia dikumpulkan di padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan setiap amal perbuatan yang telah dikerjakanya selama di dunia.
Kondisi pada saat itu sangatlah panas sekali, karena matahari didekatkan di atas kepala manusia dengan jarak satu mil. Ditambah manusia pada saat itu dalam keadaan tak beralas kaki, tidak berkhitan dan tidak mengenakan pakaian.
Namun berkat rahmat Allah ta’ala ada sekelompok manusia yang akan dinaungi oleh Allah ta’ala dari panasnya terik matahari saat itu.

Disebutkan dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan ‘Arsy Allah Ta’ala dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah Ta’ala. Yaitu:
1. Pemimpin yang adil

Jaman sekarang banyak yang menginginkna jadi pemimpin tapi mereka tidak tahu betapa beratnya jadi seorang pemimpin dan pertanggung jawabanya di akherat kelak.
2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala
3. Seorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala. Mereka berkumpul karena Allah dan mereka pun berpisah juga karena Allah Ta’ala.
5. Seorang yang diajak wanita untuk berbuat yang tidak baik, dimana wanita tersebut memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia mampu mengucapkan, “Sungguh aku takut kepada Allah”.
6. Seorang yang bersedekah dan dia sembunyikan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
7. Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehingga kedua matanya meneteskan air mata.”

Yuk tonton video 7 Golongan yang Mendapatkan Naungan Allah.
Semoga kita termasuk dari mereka. Aamiin …

dikutip dari :Yufid tv

Story

Tips naek taksi di Bandara Husain Sastranegara Bandung

November 29, 2016

Bismillahhir rahmanir rahim:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bagi yang suka berpergian ke luar kota menggunakan pesawat dan mau menggunakan jasa taksi ,tian mau kasih tips nih. Pasti setelah kita keluar dari bandara banyak tukang taksi yang nawarin jasanya, nah pasti harganya beragam dan ngasih harga seenaknya aja. Lebih baik kamu jalan dulu sedikit menuju full taksinya karena disana harga sudah ditetapkan oleh full taksinya karena taksi ini berasal dari koperasi tni au pasti ada tarif fixnya kalau tarif nya ngawur ngawur ia itu dari pihak sopirnya. Lokasinya depan strabuks sebelah solaria pokonya yang banyak tukang taksi nongkrong , ingat kalo harganya sudah murah lalu mau kasih tips…. silahkan, begitu lebih baik 🙂 .

Islam, Story

Kasih Sayang Mu IBU

June 24, 2016

Apakah kita sudah berbakti kepada orang tua kita?…

Bayangkan bagaimana kita dari kecil di pangku di besarkan Bunda dengan penuh kasih sayang tanpa pamrih tanpa mengeluh itulah kemurnian kasih sayang ibu? Bayangkan … Bayangkan ….. Bayangkan karena kasih sayang seorang ibu itu lebih lebih lebih lagi .

Teringat dimasa kecil yang lugu dan penuh dengan rasa ingin tahu dimana saat waktunya makan di kejar kejar ibu untuk makan dan kita  bersembunyi dari ibu ;D karena tidak mau makan sayuran yang tidak kita suka padahal menyehatkan dan bagus buat pertumbuhan kita. Dengan sabarnya ibu kita membujuk untuk makan walaupun sedikit atau dengan mengiming imingi kita dengan hadiah agar kita mau makan 😀 .

Sakit adalah titik dimana dirimu tidak bisa apa apa hanya bisa begantung pada orang lain untuk sembuh. waktu itu saya sakit panas sangat tinggi sampai sampai ibu saya panik dan akhirnya menggendong saya untuk mencari dokter, masih teringat seberapa jauhnya beliau jalan untuk mencari dokter T_T. Dan waktu kita sakit dirumah sakit pun ibu kita menemani kita 24 jam disamping kita untuk memastikan anaknya cepat sembuh dan dengan penuh kasih sayangnya ibu kita tidak pernah mengeluh ;( .

Sekarang kita bayangkan jika posisi terbalik dmn ibu kita sakit dan terbaring lemas di kasur tanpa bisa apa apa, apa yang akan km lakukan?

1…

2…

3…

4…

5…?

Saya mengalaminya sendiri dmn ibu saya dapat musibah, beliau terbakar oleh semburan gas membuat kulit muka tangan dan kakinya melepus. Waktu kejadian yang saya bisa lakukan hanyalah berdzikir dan menangis krn orang yang kita sayangi terpakar kesakitan. Setelah ibu saya mulai baikan saya suka ngemandiin , bantuin buang air kecil dan buang air besar tp setelah saya selesai melakukannya ibu saya selalu bilang “Maaf” dan “Makasih”. Dengan perkataan beliau yang seperti itu saya membayangkan bahwa dulu waktu kecil kita dimandiin ,dikasih makan dan dicebokin apa kita bilang maaf dan makasih? ,Lalu saya bilang ke ibu dengan air mata yang mengalir “mah jangan bilang maaf atau makasih saya sebagai anak merasa durhaka jika ibu bilang seperti itu krn waktu kecil apakah tian mengatakan maaf atau terimakasih , ini tugas tian sebagai anak dan tian ga mau jd anak durhaka krn walaupun tian melakakukan hal ini(cebok mandiin dll) tian ga akan pernah bisa mengembalikan jasa mamah ke tian” . Saya ga bisa berkata kata lagi ,selagi orang tua kalian ada bahagiakanlah mereka krn membahagiakan orang tua mempunyai pahala yang sangat besar.

23

hadits-tentang-hormat-kepada-orang-tua-dan-guru-6-638

hadits-tentang-hormat-kepada-orang-tua-dan-guru-7-638

hadits-tentang-hormat-kepada-orang-tua-dan-guru-8-638

Ridhollah

Ini Ada beberapa hadits dari Sebuah Web : http://multazam-einstein.blogspot.co.id/2013/03/hadis-tentang-berbakti-kepada-orang-tua.html

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

I.            PENDAHULUAN
Islam telah mengajarkan kepada kita agar berbakti kepada orang tua, mengingat banyak dan besarnya pengorbanan serta kebaikan orang tua terhadap anak, yaitu memelihara dan mendidik kita dejak kecil tanpa perhitungan biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak mengharapkan balasan sedikit pun dari anak, meskipun anak sudah mandiri dan bercukupan tetapi orang tua tetap memperlihatkan kasih sayangnya, oleh karena itu seorang anak memiliki macam-macam kewajiban terhadap orang tuanya menempati urutan kedua setelah Allah Swt, dan kita juga dilarang durhaka kepada orang tua. Dalam makalah ini, pemakalah akan memaparkan tentang birrul walidain dan ‘uququl walidain.

  1. HADIS
  2. Hadis Abdullah ibnu Umar tentang ridho Allah terletak pada ridho orang tua.

عَنْ عَبْدُ الله بن عَمْرٍو رضي الله عنهما قال قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: رِضَى اللهُ فى رِضَى الوَالِدَيْنِ و سَخَطُ الله فى سَخَطُ الوَالِدَيْنِ ( اخرجه الترمذي وصححه ابن حبان والحاكم)

Artinya: dari Abdullah bin ‘Amrin bin Ash r.a. ia berkata, Nabi SAW telah bersabda: “ Keridhoaan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua”. ( H.R.A t-Tirmidzi. Hadis ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim)[1]

  1. Hadis Abu Hurairah tentang siapakah yang berhak dipergauli dengan baik.

عَنْ اَبِي هُرَيرَةَ رضي الله عنه قال جَاءَ رَجُلٌ الى رسولِ الله صلى الله عليه وسلم فقال يَا رسولَ الله مَنْ اَحَقًّ النّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قال: اُمُّك قال: ثُمَّ مَنْ؟ قال: ثُمَّ اُمُّك قال: ثم من؟ قال :ثم امُّك قال: ثم من؟ قال : ثم اَبُوْكَ (اخرجه البخاري)

Artinya: dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: “ Suatu saat ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya: “ Wahai Rasulullah, siapakah yang berhak aku pergauli dengan baik?” Rasulullah menjawab : “ Ibumu!”, lalu siapa? Rasulullah menjawab: “ Ibumu!”, lalu siapa? Rasulullah menjawab: “Ibumu!”. Sekali lagi orang itu bertanya: kemudian siapa? Rasulullah menjawab: “ Bapakmu!”(H.R.Bukhari).[2]

  1. Hadis Abdullah bin Mas’ud tentang amal yang paling disukai Allah SWT.

عَبْدُ الله بن مَسْعُودٍ قال سَاَ لْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ايُّ الْعَمَلِ اَحَبُّ الى الله قال: الصَّلَاةُ على وَقْتِهَا قال: ثم اي قال:ثُمَّ بِرُّ الْوَالْدَيْنِ قال: ثم اي قال: الجِهَادُ فى سَبِيْلِ الله ( اخرجه البخاري و مسلم)

Artinya: “ dari Abdullah bin Mas’ud r.a. ia berkata: “ Saya bertanya kepada Nabi saw: amal apakah yang paling disukai oleh Allah Ta’ala?” beliau menjawab: “ shalat pada waktunya. “ saya bertanya lagi: “ kemudian apa?” beliau menjawab: “ berbuat baik kepada kedua orang tua. “ saya bertanya lagi: “ kemudian apa?” beliau menjawab: “ berjihad(berjuang) di jalan Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim).[3]

  1. Hadis Al-Mughirah bin Su’bah tentang Allah mengharamkan durhaka kepada ibu, menolak kewajiban, meminta yang bukan haknya.

عن المغيرة بن شعبة قال النبي صلى الله عليه وسلم : ان الله حرم عليكم عقوق الامهات ووأد البنات ومنع وهات وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال واضاعة المال (اخرجه البخاري)

Artinya: dari Al-Mughirah bin Syu’ban r.a. ia berkata, Nabi Saw telah bersabda: “ Sungguh Allah ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak kewajiban, meminta yang bukan haknya dan mengubur hidup-hidup anak perempuan. Allah juga membenci orang yang banyak bicara, banyak pertanyaan dan menyia-nyiakan harta.” (H.R.Bukhari).[4]

  1. Hadis Abdullah ibnu Umar tentang dosa-dosa besar.

عن عبد الله بن عمر ورضى الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ان من اكبر الكبا ئر ان يلعن الر جل والديه . قيل رسول الله.و كيف يلعن لر جل والديه ؟ قا ل: يسب الرجل ابا لرجل فيسب أبا لرجل فيسب أبا ه و يسب ( أخر جه امام بخاري)

Artinya: “ dari Abdullah bin ‘amr bin al-ash ia berkata, Rasulullah Saw telah bersabda: “ diantara dosa-dosa besar yaitu seseorang memaki kedua orang tuanya. “ para sahabat bertanya: “ Wahai Rasulullah, apakah ada seseorang yang memaki kedua orang tuanya?” Beliau menjawab: “ Ya, apabila seseorang memaki ayah orang lain, kemudian orang itu membalas memaki ayahnya kemudian ia memaki ibu orang lain, dan orang itu memaki ibunya. (H.R. Bukhari).[5]

  • PEMBAHASAN

    Birrul Walidain

  1. Pengertian Birrul Walidain

Istilah Birrul Walidain terdiri dari kata Birru dan al-Walidain. Birru atau al-birru artinya kebajikan dan al-walidain artinya kedua orang tua atau ibu bapak. Jadi, Birrul Walidain adalah berbuat kebajikan terhadap kedua orang tua.

  1. Kedudukan Birrul Walidain

Birrul Walidain mempunyai kedudukan yang istimewa dalam ajaran Islam. Allah dan Rasul-Nya menempatkan orang tua pada posisi yang sangat istimewa, sehingga berbuat baik pada keduanya juga menempati posisi yang sangat mulia, dan sebaliknya durhaka kepada keduanya menempati posisi yang sangat hina. Karena mengingat jasa ibu bapak yang sangat besar sekali dalam proses reproduksi dan regenerasi umat manusia.

Secara khusus Allah juga mengingatkan betapa besar jasa dan perjuangan seorang ibu dalam mengandung, menyusui, merawat dan mendidik anaknya. Kemudian bapak, sekalipun tidak ikut mengandung tapi dia berperan besar dalam mencari nafkah, membimbing, melindungi, membesarkan dan mendidik anaknya, sehingga mempu berdiri bahkan sampai waktu yang sangat tidak terbatas.

Berdasarkan semuanya itu, tentu sangat wajar dan logis saja, kalau si anak dituntut untuk berbuat kebaikan kepada orang tuanya dan dilarang untuk mendurhakainya.[6]

  1. Bentuk-Bentuk Birrul Walidain

Adapun bentuk-bentuk Birrul Walidain di antaranya:

  1. Taat dan patuh terhadap perintah kedua orang tua, taat dan patuh orang tua dalam nasihat, dan perintahnya selama tidak menyuruh berbuat maksiat atau berbuat musyrik, bila kita disuruhnya berbuat maksiat atau kemusyrikan, tolak dengan cara yang halus dan kita tetap menjalin hubungan dengan baik.
  2. Senantiasa berbuat baik terhadap kedua orang tua, bersikap hormat, sopan santun, baik dalam tingkah laku maupun bertutur kata, memuliakan keduanya, terlebih di usia senja.[7]
  3. Mengikuti keinginan dan saran orang tua dalam berbagai aspek kehidupan, baik masalah pendidikan, pekerjaan, jodoh, maupun masalah lainnya. Selama keinginan dan saran-saran itu sesuai dengan ajaran Islam.
  4. Membantu Ibu Bapak secara fisik dan materil. Misalnya, sebelum berkeluarga dan mampu berdiri sendiri anak-anak membantu orang tua terutama ibu. Dan mengerjakan pekerjaan rumah.
  5. Mendoakan Ibu Bapak semoga diberi oleh Allah kemampuan, rahmat dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirta.
  6. Menjaga kehormatan dan nama baik mereka.
  7. Menjaga, merawat ketika mereka sakit, tua dan pikun.
  8. Setelah orang tua meninggal dunia, Birrul Walidain masih bisa diteruskan dengan cara antara lain:
  • Mengurus jenazahnya dengan sebaik-baiknya
  • Melunasi semua hutang-hutangnya
  • Melaksanakan wasiatnya
  • Meneruskan sillaturrahmi yang dibinanya sewaktu hidup
  • Memuliakan sahabat-sahabatnya
  • [8]
  1. Doa Anak untuk Orang Tua

Seorang anak yang ingin mendoakan kedua orang tuanya dapat mengambil contoh dari ayat suci Alquran yaitu, doa Nabi Ibrahim as ketika mengajukan permohonan kepada Allah Swt agar dapat lah kiranya Allah memberi ampunan pada kedua orang tuanya dari dosa-dosa yang telah mereka perbuat.

Doa Nabi Ibrahim as dalam Q.S.Ibrahim:41

  1. Ya Tuhan Kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.

Permohonan Nabi Ibrahim dalam Q.S. Al-Israa’: 24

  1. dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
  1. ‘Uququl Walidain

‘Uququl Walidain artinya mendurhakai kedua orang tua. Durhaka kepada kedua orang tua adalah dosa besar yang dibenci oleh Allah Swt, sehingga adzabnya disegerakan oleh Allah di dunia ini. Hal ini mengingat betapa istimewanya kedudukan kedua orang tua dalam ajaran Islam dan juga mengingat betapa besarnya jasa kedua orang tua terhadap anaknya, jasa itu tidak bisa diganti dengan apapun.

Adapun bentuk pendurhakaan terhadap orang tua bermacam-macam dan bertingkat-tingkat, mulai dari mendurhaka di dalam hati, mengomel, mengatakan “ah” ( uffin, berkata kasar, menghardik, tidak menghiraukan panggilannya, tidak pamit, tidak patuh dan bermacam-macam tindakan lain yang mengecewakan atau bahkan menyakitkan hati orang tua.) di dalam Q.S. A-Israa:23 di ungkapkan oleh Allah dua contoh pendurhakaan kepada orang tua yaitu, mengucapkan kata “uffin” dan menghardik ( lebih-lebih lagi bila kedua orang tua sudah berusia lanjut).[9]

 

Story

Ku Bukakan Pintunya (3)…

January 14, 2016

Hari ini tian baca Surat Al-An’am disalah satu ayatnya berbunyi seperti ini :

Dan pada sisi Allah-lah mafatih yang ghaib (kunci-kunci semua yang ghaib); tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan. Dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula,) Dan tidak jatuh sebuah bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak ada sesuatu yang basah dan atau yang kering, melainkan tertulis dalam lauh mahfuz. (Qs. al-An’am [6] :59).

Dari pertama kita memperbaiki diri dan terus istiqamah untuk berdoa ,berjuang dan pasrah pada Allah bahwa akan diberikan yang terbaik buat kita, yakinlah Allah akan membantu kita krn Allah tidak diam – tidak tidur. Ingat satu hal tiap Allah memanggil dahulukanlah shalat maka Allah akan mendahulukanmu, bagaimana jika km tidak mendahulukan Allah maka Allah pun ga akan mendahulukanmu.

Lanjut…

Alhamdulilah dan rasa syukur yang sangat besar yang tian rasakan saat itu dan sekarang. Setelah 2 minggu kami bisa bertemu untuk saling tanya, saling meyakinkan dan diproses ini adalah proses dmn calon ta’aruf bisa menolak makanya… pasti ada rasa was was :(.  Pertanyaan yang ditanyakan pihak akhwat biasanya memang apa yang diragukan didalam hatinya dan untuk ikhwan jawablah dengan bijaksana dengan ilmu yang menjurus ke ajaran agama serta rasulullah tapi yang paling penting semua jawabanya tulus dari dalam hati 🙂 .

Banyak hal yang tian bayangkan jika tian menikah kelak dimana tian bisa saling berbagi pendapat seperti rasulullah meminta pendapat ummu salamah, seperti yang tian alami sekarang memilih pekerjaan yang terbaik bagi tian untuk saat ini. Setiap malam saling berbagi cerita,saling mengingatkan dalam ibadah, jalan-jalan bareng , kuliner bareng, ngaji bareng dan masih banyak lagi. Tapi diwaktu penantian ini ada beberapa hal yang menggajal dimana tian tau dia dalam hal agama lebih lebih dari tian membuat tian berpikir, apakah tian pantas untuknya krn masih banyak yang lebih baik,ganteng,kaya, pendidikan agamany kuat, memikirkan ini membuat air mata tian menetes saat mengendari motor – saat shalat, mungkin terasa cengeng tapi :

Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يلج النار رجل بكى من خشية الله حتى يعود اللبن في الضرع

Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إلا ظلُّهُ ….، ورَجُلٌ ذَكَرَ اللَّه خالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; …. dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).

Dan sabda beliau Shallallâhu ‘alaihi wa sallam

عينان لا تمسهما النار ، عين بكت من خشية الله ، وعين باتت تحرس في سبيل الله

Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.

Di sini kita liat bahwa menangis menunjukan keimanan seseorang tp tetep aja orang gede suka olahraga menangis kayak gmn gitu 😀 tp tetep aja Allahlah maha pembolak balik hati dmn hanya orang berimanlah yang dimudahkan dirinya untuk menangis setiap mengingatnya krn orang yang sukar menangis hatinya bagaikan batu yang sudah lama tidak tersentuh siraman iman. Tian takut tidak bertemu hari esok sedangkan tian belum sempat menyempurnakan agama tian. Tian takut ada seseorang yang lebih lagi untuknya walaupun sedih dan pedih tian ikhlas jika suatu saat ada yang lebih untuknya krn tian tahu tian mempunyai banyak kekurangan T_T . Hanya menjadi lebih baik dari hari keharilah yang bisa menenangkan tian, semoga Allah memudahkan perjuangan tian ia teman teman, Doain yang terbaik buat tian ia 🙂 .

ikhwan_wa_akhwat

Maaf kalo ada salaah kata kesalahan sepenuhnya dari saya kebeneran dari Allah semata :).

Assalammuaikum.

Story

Ku Bukakan Pintunya (2)…

January 12, 2016

jaga-pandangan

Setelah beberapa minggu di tar-q pihak jeha menghubungi bahwa kelas dapat dimulai, karena haus akan ilmu dan merasa sangat kurang dan teramat sangat ingin bisa maka tian mengambil kelas juga di jeha. Alhamdulilah seiringnya waktu dan berlatih makin lumayan bacaanya dan masih jauh dari bagus. Dengan ikhtiarnya tian untuk memperbaiki bacaan Al-Quran tidak lupa tian untuk ikhtiar mencari Tulang Rusuk tian yang hilang 🙂 . Jujur banyak cerita dan perjuangan yang tidak bisa terungkapkan hanya dengan sebuah kata karena didalamnya ada tangis, tawa, senyum, ikhtiar 1000% dan doa. Akhirnya Pintu itu terbuka ,Seperti kejadian hari minggu 10 januari 2016 dimana jadwal belajar tian di tar-q biasanya jam 1 sekarang jadi jam 10 dan biasanya tian belajar di ruang 5.

Singkat cerita, seperti biasa tian masuk dan ngobrol dengan fo ,apakah ustadz pengajar saya sudah datang apa belum?. Ustadznya sudah datang tp lg makan dan biasanya tian langsung masuk ke ruang 5 dengan polosnya dan tidak nanya apakah didalam ada yang lagi belajar apa tidak. Tanpa mengetuk pintu tian Langsung buka pintu itu dan ada tatapan senyuman yang tian dambakan untuk menjadi pendamping hidup tian dengan malu plus kaget tian tutup pintunya. Tian disitu makin yakin bahwa kita dipertemukan bukan karena kebetulan dari karena kehendak Allah seperti cerita tian sebelumnya. Siapakah orang yg di balik pintu itu dialah akhwat yang menerima tian untuk bertaaruf denganya walaupun dia tau tian masih belajar ngaji dan hafalan tian masih sedikit dan dibandingkan dengan dia jauh.

September atau Oktober dimana kira-kira tian bertemu dengan dia, waktu itu tian lg duduk deket fo dan sambil bercanda dengan fo dan murid yang lain disebrang tian ada 2 orang akhwat lg ngobrol di dalam ruangan kelas dan mereka terlihat bolak balik mencari ruangan. Ada satu akhwat yang ngeliatin tak sengaja karena ngerasa adayang ngeliatin ia tian serentak melihat kedalam ,Mata tian lsg tertuju pada satu akhwat yang jika tian melihat kedalam matanya apa yang tian doakan dalam setiap doa tian ada didalam dia. Kebetulan fo mengajak ngobrol mereka dan tian pun dengerin siapa nama mereka untuk di save didalam otak :D.

Pelajaran kembali dimulai dan ustadz pun menanyakan satu hal ,ada kah seseorang yang di sukai untuk ta’aruf? krn kebetulan tian mengutarakan maksud tian utk taaruf sebelumnya. Namanya tian sebut dan ustadz pun menyuruh bikin CV Ta’aruf , besok harus dikirim kesini ia :kecap ustadz. Habis pulang dari sana tian langsung bikin CV untuk dikirim besok ke tar-q sekalian pergi kerja. Seminggu kemudian tian mendapat kabar CV udah ada di akhwat dan lagi dipertimbangkan. Menunggu seminggu kemudian dan tian dapat kabar akhwatnya setuju tp harus menunggu kakanya menikah dulu atau merujuk saya agar berkenan dengan kakanya. Minggu bergulir Minggu akhwatnya bingung dan pengen kakanya menikah dulu karena orang tuanya pengen satu satu menikah dulu. Jujur tian sedih tapi mau gmn lagi cowo itu harus tahan banting dan terus istiqomah dengan jalan yg diridhoi Allah.

Tian biasa melakukan shalat istikharah dan taubat dari sebelum buan puasa di tahun 2015 dan sampai skrg masih alhamdulilah. Tiap tian shalat dan dzikir air mata ini serasa terus mengalir karena tian selalu bertanya dalam pikiran tian, apakah tian ini gak pantas mendapatkan jodoh yang sholehah ya Allah T_T ,ibarat perumpamaan saya tidak pantas masuk surga  tapi saya tidak ingin masuk neraka. Tian pengen mendapat jodoh yang sholehah walaupun tian blm sholeh betul karena tian pengen lebih sholeh lagi dari ini tian pengen mendapat akhwat yang sholeh dan bisa saling mengingatkan dalam hal ibadah yang akan membuat hidup kita lebih berarti dimata Allah. Yang bisa tian lakuin waktu itu cuman berdoa, berserah diri kepada Allah krn Allahlah maha pembolak balik hati. DIA yang tau mana yang terbaik buat kita, tian tidak bisa melampaui kehendak Allah dan yakinlah Allah punya rencana indah dibalik itu semua.

560569_2527546806094_7328559_n

Pertengahan bulan november tian dapat kabar lagi dari ustadz bahwa akhwatnya pengen lanjut, spontan tian bilang serius ustadz ah kalo ragu mah lebih baik jangan ustadz krn rasulluhlah mengajarkan bahwa kalo ragu ragu lebih baik jangan dan ustadz pun menjelaskan bahwa akhwat emang gak ragu cuman krn ada pikiran kakanya blm nikah ,orang tuanya pun ingin kakanya dulu terlebih dahulu walaupun dalam syariat menjelaskan siapa yang siap kenapa tidak disegerakan. Alhamdulilah kaka-kakanya mau menikah bentar lagi, ada yang sudah melamar dan ada yang sudah dilamar. Allah telah membukakan pintu ikhtiar untuk tian tinggal tian berjuang untuk lebih baik lagi.

-bersambung-

Islam, Story

Ku Bukakan Pintunya…

January 11, 2016

Buka Pintu

وعنده, مفاتح الغيب لا يعلمها إلا هو ۚ ويعلم ما فى البر والبحر ۚوما تسقـط من ورقة إلا يعلمها ولا حبة فى ظلمت الأرض ولا رطب ولا يا بس إلا فى كتب مبين

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua perkara yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia Maha Mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak juga sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan telah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Qs. Al-An’aam: 59)

إن الله بكل شيء عليم

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” (Qs. At-Taubah: 115)

كتب الله مقادير الخلا ئق قبل أن يخلق السماوات زالأرض بخمسبن ألف سنة

“Allah telah menulis seluruh takdir seluruh makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.”
(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya, kitab al-Qadar (no. 2653), dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, diriwayatkan pula oleh Tirmidzi (no. 2156), Imam Ahmad (II/169), Abu Dawud ath-Thayalisi (no. 557))

Dia dunia yang diciptakan Allah ini tidak ada yang kebetulan semua atas izin Allah.Pertemuan dan Perpisahan adalah satu hal yang berbeda tp tidak dapat dipisahkan krn didunia ini tdk ada yang abadi.Kali ini tian pengen cerita berbagai kejadian yang tidak disengaja dan mungkin juga jalan Allah.

Tian ini orang yang masih belajar untuk memperbaiki diri mulai dari membaca Al-quran hingga pengetahuan agama. Dengan hausnya tian akan ilmu tian belajar tahsin di tiga tempat yaitu salman, tar-q dan jendela hati. Jujur sebagai muslim tian sedih ngeliat diri tian sendiri yang kurang fasih membaca al-quran sesuai kaidah yang ditentukan. Kok bisa sampai di 3 tempat? Awalnya akhir 2014 tian mengikuti seminar pranikah di Salman ITB, disitu banyak ilmu yang tian dapat dan terbesit tiap hari ada bayangan bahwa tian menjadi ustadz, tian tau ini suatu pertanda dari Allah utk merealisasikanya tp tian yakin utk jadu ustadz itu ga mudah apalagi tian ngajinya masih parah walupun tiap pagi baca jg emang dasarnya lemah. Maka tian coba nyari guru ngaji dan mengutarakan maksud tian. Akhirnya tian diajarkan oleh ustadz di salman selama 2bulan tapi krn jadwal yang bentrok dengan ustadznya membuat jadwal belajar tahsin tian berantakan akhirnya tian putusin nyari tempat ngaji lain, kebetulan yang paling deket dengan rumah di jendela hati. Jendela hati adalah sebuah tempat belajar tahsin yang didirikan oleh ust abu rabbani. Mencari ilmu harus dari yang terpercaya karena di akherat kelak kita harus mempertanggung jawabkan ilmu yang kita dapat benar apa salah,nah ini dia haditsnya :

Diwajibkan bagi orang yang mencari jalan yang benar (belajar agama) untuk mencari seorang guru yang benar, dan di bawah arahan guru yang sempurna dan bisa menyempurnakan sehingga bisa menghantarkan kepada hakikatnya keyakinan dengan mengedepankan kekuatan ruhani mengalahkan kekuatan jasmani (akal fikiran)
(Tafsir haqqi, juz 15, hal: 13)

Kebetulan di jeha kurang terorganisir jadi proses belajarnya lama krn harus menunggu murid yang lain untuk gabung krn tian ambil kelas reguler disini untuk kelas privat harganya agak tidak bersahabat di dompet 😀 . Dengan lamanya waktu berjalan tiap pulang kerja tian selalu lewat jalan potong dr suci ke cikutra lalu ke jalan sidomukti dan kebetulan pas dimotor tian liat ada plang Tar-Q tempat belajar tahsin. Hari minggu tian langsung ikhtiar mencari ilmu ke Tar-Q ,Alhamdulilah disini lebih terorganisir  sehingga minggu depanya tian udah bisa belajar disini.

-bersambung-