Monthly Archives

June 2016

Islam, Story

Kasih Sayang Mu IBU

June 24, 2016

Apakah kita sudah berbakti kepada orang tua kita?…

Bayangkan bagaimana kita dari kecil di pangku di besarkan Bunda dengan penuh kasih sayang tanpa pamrih tanpa mengeluh itulah kemurnian kasih sayang ibu? Bayangkan … Bayangkan ….. Bayangkan karena kasih sayang seorang ibu itu lebih lebih lebih lagi .

Teringat dimasa kecil yang lugu dan penuh dengan rasa ingin tahu dimana saat waktunya makan di kejar kejar ibu untuk makan dan kitaย  bersembunyi dari ibu ;D karena tidak mau makan sayuran yang tidak kita suka padahal menyehatkan dan bagus buat pertumbuhan kita. Dengan sabarnya ibu kita membujuk untuk makan walaupun sedikit atau dengan mengiming imingi kita dengan hadiah agar kita mau makan ๐Ÿ˜€ .

Sakit adalah titik dimana dirimu tidak bisa apa apa hanya bisa begantung pada orang lain untuk sembuh. waktu itu saya sakit panas sangat tinggi sampai sampai ibu saya panik dan akhirnya menggendong saya untuk mencari dokter, masih teringat seberapa jauhnya beliau jalan untuk mencari dokter T_T. Dan waktu kita sakit dirumah sakit pun ibu kita menemani kita 24 jam disamping kita untuk memastikan anaknya cepat sembuh dan dengan penuh kasih sayangnya ibu kita tidak pernah mengeluh ;( .

Sekarang kita bayangkan jika posisi terbalik dmn ibu kita sakit dan terbaring lemas di kasur tanpa bisa apa apa, apa yang akan km lakukan?

1…

2…

3…

4…

5…?

Saya mengalaminya sendiri dmn ibu saya dapat musibah, beliau terbakar oleh semburan gas membuat kulit muka tangan dan kakinya melepus. Waktu kejadian yang saya bisa lakukan hanyalah berdzikir dan menangis krn orang yang kita sayangi terpakar kesakitan. Setelah ibu saya mulai baikan saya suka ngemandiin , bantuin buang air kecil dan buang air besar tp setelah saya selesai melakukannya ibu saya selalu bilang “Maaf” dan “Makasih”. Dengan perkataan beliau yang seperti itu saya membayangkan bahwa dulu waktu kecil kita dimandiin ,dikasih makan dan dicebokin apa kita bilang maaf dan makasih? ,Lalu saya bilang ke ibu dengan air mata yang mengalir “mah jangan bilang maaf atau makasih saya sebagai anak merasa durhaka jika ibu bilang seperti itu krn waktu kecil apakah tian mengatakan maaf atau terimakasih , ini tugas tian sebagai anak dan tian ga mau jd anak durhaka krn walaupun tian melakakukan hal ini(cebok mandiin dll) tian ga akan pernah bisa mengembalikan jasa mamah ke tian” . Saya ga bisa berkata kata lagi ,selagi orang tua kalian ada bahagiakanlah mereka krn membahagiakan orang tua mempunyai pahala yang sangat besar.

23

hadits-tentang-hormat-kepada-orang-tua-dan-guru-6-638

hadits-tentang-hormat-kepada-orang-tua-dan-guru-7-638

hadits-tentang-hormat-kepada-orang-tua-dan-guru-8-638

Ridhollah

Ini Ada beberapa hadits dari Sebuah Web : http://multazam-einstein.blogspot.co.id/2013/03/hadis-tentang-berbakti-kepada-orang-tua.html

ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุง๏ทฒูุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…

I.ย ย ย ย ย ย ย ย ย  ย  PENDAHULUAN
Islam telah mengajarkan kepada kita agar berbakti kepada orang tua, mengingat banyak dan besarnya pengorbanan serta kebaikan orang tua terhadap anak, yaitu memelihara dan mendidik kita dejak kecil tanpa perhitungan biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak mengharapkan balasan sedikit pun dari anak, meskipun anak sudah mandiri dan bercukupan tetapi orang tua tetap memperlihatkan kasih sayangnya, oleh karena itu seorang anak memiliki macam-macam kewajiban terhadap orang tuanya menempati urutan kedua setelah Allah Swt, dan kita juga dilarang durhaka kepada orang tua. Dalam makalah ini, pemakalah akan memaparkan tentang birrul walidain dan โ€˜uququl walidain.

  1. HADIS
  2. Hadis Abdullah ibnu Umar tentang ridho Allah terletak pada ridho orang tua.

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ู‚ุงู„ ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ุฑูุถูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูู‰ ุฑูุถูŽู‰ ุงู„ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ูˆ ุณูŽุฎูŽุทู ุงู„ู„ู‡ ูู‰ ุณูŽุฎูŽุทู ุงู„ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ( ุงุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆุตุญุญู‡ ุงุจู† ุญุจุงู† ูˆุงู„ุญุงูƒู…)

Artinya: dari Abdullah bin โ€˜Amrin bin Ash r.a. ia berkata, Nabi SAW telah bersabda: โ€œ Keridhoaan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tuaโ€. ( H.R.A t-Tirmidzi. Hadis ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim)[1]

  1. Hadis Abu Hurairah tentang siapakah yang berhak dipergauli dengan baik.

ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠุฑูŽุฉูŽ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„ ุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุงู„ู‰ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูู‚ุงู„ ูŠูŽุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ ู…ูŽู†ู’ ุงูŽุญูŽู‚ู‘ู‹ ุงู„ู†ู‘ุงุณู ุจูุญูุณู’ู†ู ุตูŽุญูŽุงุจูŽุชููŠุŸ ู‚ุงู„: ุงูู…ู‘ููƒ ู‚ุงู„: ุซูู…ู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ุŸ ู‚ุงู„: ุซูู…ู‘ูŽ ุงูู…ู‘ููƒ ู‚ุงู„: ุซู… ู…ู†ุŸ ู‚ุงู„ :ุซู… ุงู…ู‘ููƒ ู‚ุงู„: ุซู… ู…ู†ุŸ ู‚ุงู„ : ุซู… ุงูŽุจููˆู’ูƒูŽ (ุงุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Artinya: dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: โ€œ Suatu saat ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya: โ€œ Wahai Rasulullah, siapakah yang berhak aku pergauli dengan baik?โ€ Rasulullah menjawab : โ€œ Ibumu!โ€, lalu siapa? Rasulullah menjawab: โ€œ Ibumu!โ€, lalu siapa? Rasulullah menjawab: โ€œIbumu!โ€. Sekali lagi orang itu bertanya: kemudian siapa? Rasulullah menjawab: โ€œ Bapakmu!โ€(H.R.Bukhari).[2]

  1. Hadis Abdullah bin Masโ€™ud tentang amal yang paling disukai Allah SWT.

ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ ุจู† ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ู‚ุงู„ ุณูŽุงูŽ ู„ู’ุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงูŠู‘ู ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ุงูŽุญูŽุจู‘ู ุงู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู‚ุงู„: ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ุนู„ู‰ ูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง ู‚ุงู„: ุซู… ุงูŠ ู‚ุงู„:ุซูู…ู‘ูŽ ุจูุฑู‘ู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ู’ุฏูŽูŠู’ู†ู ู‚ุงู„: ุซู… ุงูŠ ู‚ุงู„: ุงู„ุฌูู‡ูŽุงุฏู ูู‰ ุณูŽุจููŠู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ ( ุงุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆ ู…ุณู„ู…)

Artinya: โ€œ dari Abdullah bin Masโ€™ud r.a. ia berkata: โ€œ Saya bertanya kepada Nabi saw: amal apakah yang paling disukai oleh Allah Taโ€™ala?โ€ beliau menjawab: โ€œ shalat pada waktunya. โ€œ saya bertanya lagi: โ€œ kemudian apa?โ€ beliau menjawab: โ€œ berbuat baik kepada kedua orang tua. โ€œ saya bertanya lagi: โ€œ kemudian apa?โ€ beliau menjawab: โ€œ berjihad(berjuang) di jalan Allah.โ€ (H.R. Bukhari dan Muslim).[3]

  1. Hadis Al-Mughirah bin Suโ€™bah tentang Allah mengharamkan durhaka kepada ibu, menolak kewajiban, meminta yang bukan haknya.

ุนู† ุงู„ู…ุบูŠุฑุฉ ุจู† ุดุนุจุฉ ู‚ุงู„ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ุงู† ุงู„ู„ู‡ ุญุฑู… ุนู„ูŠูƒู… ุนู‚ูˆู‚ ุงู„ุงู…ู‡ุงุช ูˆูˆุฃุฏ ุงู„ุจู†ุงุช ูˆู…ู†ุน ูˆู‡ุงุช ูˆูƒุฑู‡ ู„ูƒู… ู‚ูŠู„ ูˆู‚ุงู„ ูˆูƒุซุฑุฉ ุงู„ุณุคุงู„ ูˆุงุถุงุนุฉ ุงู„ู…ุงู„ (ุงุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Artinya: dari Al-Mughirah bin Syuโ€™ban r.a. ia berkata, Nabi Saw telah bersabda: โ€œ Sungguh Allah taโ€™ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak kewajiban, meminta yang bukan haknya dan mengubur hidup-hidup anak perempuan. Allah juga membenci orang yang banyak bicara, banyak pertanyaan dan menyia-nyiakan harta.โ€ (H.R.Bukhari).[4]

  1. Hadis Abdullah ibnu Umar tentang dosa-dosa besar.

ุนู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนู…ุฑ ูˆุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู† ู…ู† ุงูƒุจุฑ ุงู„ูƒุจุง ุฆุฑ ุงู† ูŠู„ุนู† ุงู„ุฑ ุฌู„ ูˆุงู„ุฏูŠู‡ . ู‚ูŠู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡.ูˆ ูƒูŠู ูŠู„ุนู† ู„ุฑ ุฌู„ ูˆุงู„ุฏูŠู‡ ุŸ ู‚ุง ู„: ูŠุณุจ ุงู„ุฑุฌู„ ุงุจุง ู„ุฑุฌู„ ููŠุณุจ ุฃุจุง ู„ุฑุฌู„ ููŠุณุจ ุฃุจุง ู‡ ูˆ ูŠุณุจ ( ุฃุฎุฑ ุฌู‡ ุงู…ุงู… ุจุฎุงุฑูŠ)

Artinya: โ€œ dari Abdullah bin โ€˜amr bin al-ash ia berkata, Rasulullah Saw telah bersabda: โ€œ diantara dosa-dosa besar yaitu seseorang memaki kedua orang tuanya. โ€œ para sahabat bertanya: โ€œ Wahai Rasulullah, apakah ada seseorang yang memaki kedua orang tuanya?โ€ Beliau menjawab: โ€œ Ya, apabila seseorang memaki ayah orang lain, kemudian orang itu membalas memaki ayahnya kemudian ia memaki ibu orang lain, dan orang itu memaki ibunya. (H.R. Bukhari).[5]

  • PEMBAHASAN

    Birrul Walidain

  1. Pengertian Birrul Walidain

Istilah Birrul Walidain terdiri dari kata Birru dan al-Walidain. Birru atau al-birru artinya kebajikan dan al-walidain artinya kedua orang tua atau ibu bapak. Jadi, Birrul Walidain adalah berbuat kebajikan terhadap kedua orang tua.

  1. Kedudukan Birrul Walidain

Birrul Walidain mempunyai kedudukan yang istimewa dalam ajaran Islam. Allah dan Rasul-Nya menempatkan orang tua pada posisi yang sangat istimewa, sehingga berbuat baik pada keduanya juga menempati posisi yang sangat mulia, dan sebaliknya durhaka kepada keduanya menempati posisi yang sangat hina. Karena mengingat jasa ibu bapak yang sangat besar sekali dalam proses reproduksi dan regenerasi umat manusia.

Secara khusus Allah juga mengingatkan betapa besar jasa dan perjuangan seorang ibu dalam mengandung, menyusui, merawat dan mendidik anaknya. Kemudian bapak, sekalipun tidak ikut mengandung tapi dia berperan besar dalam mencari nafkah, membimbing, melindungi, membesarkan dan mendidik anaknya, sehingga mempu berdiri bahkan sampai waktu yang sangat tidak terbatas.

Berdasarkan semuanya itu, tentu sangat wajar dan logis saja, kalau si anak dituntut untuk berbuat kebaikan kepada orang tuanya dan dilarang untuk mendurhakainya.[6]

  1. Bentuk-Bentuk Birrul Walidain

Adapun bentuk-bentuk Birrul Walidain di antaranya:

  1. Taat dan patuh terhadap perintah kedua orang tua, taat dan patuh orang tua dalam nasihat, dan perintahnya selama tidak menyuruh berbuat maksiat atau berbuat musyrik, bila kita disuruhnya berbuat maksiat atau kemusyrikan, tolak dengan cara yang halus dan kita tetap menjalin hubungan dengan baik.
  2. Senantiasa berbuat baik terhadap kedua orang tua, bersikap hormat, sopan santun, baik dalam tingkah laku maupun bertutur kata, memuliakan keduanya, terlebih di usia senja.[7]
  3. Mengikuti keinginan dan saran orang tua dalam berbagai aspek kehidupan, baik masalah pendidikan, pekerjaan, jodoh, maupun masalah lainnya. Selama keinginan dan saran-saran itu sesuai dengan ajaran Islam.
  4. Membantu Ibu Bapak secara fisik dan materil. Misalnya, sebelum berkeluarga dan mampu berdiri sendiri anak-anak membantu orang tua terutama ibu. Dan mengerjakan pekerjaan rumah.
  5. Mendoakan Ibu Bapak semoga diberi oleh Allah kemampuan, rahmat dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirta.
  6. Menjaga kehormatan dan nama baik mereka.
  7. Menjaga, merawat ketika mereka sakit, tua dan pikun.
  8. Setelah orang tua meninggal dunia, Birrul Walidain masih bisa diteruskan dengan cara antara lain:
  • Mengurus jenazahnya dengan sebaik-baiknya
  • Melunasi semua hutang-hutangnya
  • Melaksanakan wasiatnya
  • Meneruskan sillaturrahmi yang dibinanya sewaktu hidup
  • Memuliakan sahabat-sahabatnya
  • [8]
  1. Doa Anak untuk Orang Tua

Seorang anak yang ingin mendoakan kedua orang tuanya dapat mengambil contoh dari ayat suci Alquran yaitu, doa Nabi Ibrahim as ketika mengajukan permohonan kepada Allah Swt agar dapat lah kiranya Allah memberi ampunan pada kedua orang tuanya dari dosa-dosa yang telah mereka perbuat.

Doa Nabi Ibrahim as dalam Q.S.Ibrahim:41

  1. Ya Tuhan Kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.

Permohonan Nabi Ibrahim dalam Q.S. Al-Israaโ€™: 24

  1. dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
  1. โ€˜Uququl Walidain

โ€˜Uququl Walidain artinya mendurhakai kedua orang tua. Durhaka kepada kedua orang tua adalah dosa besar yang dibenci oleh Allah Swt, sehingga adzabnya disegerakan oleh Allah di dunia ini. Hal ini mengingat betapa istimewanya kedudukan kedua orang tua dalam ajaran Islam dan juga mengingat betapa besarnya jasa kedua orang tua terhadap anaknya, jasa itu tidak bisa diganti dengan apapun.

Adapun bentuk pendurhakaan terhadap orang tua bermacam-macam dan bertingkat-tingkat, mulai dari mendurhaka di dalam hati, mengomel, mengatakan โ€œahโ€ ( uffin, berkata kasar, menghardik, tidak menghiraukan panggilannya, tidak pamit, tidak patuh dan bermacam-macam tindakan lain yang mengecewakan atau bahkan menyakitkan hati orang tua.) di dalam Q.S. A-Israa:23 di ungkapkan oleh Allah dua contoh pendurhakaan kepada orang tua yaitu, mengucapkan kata โ€œuffinโ€ dan menghardik ( lebih-lebih lagi bila kedua orang tua sudah berusia lanjut).[9]