Story

Ku Bukakan Pintunya (2)…

January 12, 2016

jaga-pandangan

Setelah beberapa minggu di tar-q pihak jeha menghubungi bahwa kelas dapat dimulai, karena haus akan ilmu dan merasa sangat kurang dan teramat sangat ingin bisa maka tian mengambil kelas juga di jeha. Alhamdulilah seiringnya waktu dan berlatih makin lumayan bacaanya dan masih jauh dari bagus. Dengan ikhtiarnya tian untuk memperbaiki bacaan Al-Quran tidak lupa tian untuk ikhtiar mencari Tulang Rusuk tian yang hilang 🙂 . Jujur banyak cerita dan perjuangan yang tidak bisa terungkapkan hanya dengan sebuah kata karena didalamnya ada tangis, tawa, senyum, ikhtiar 1000% dan doa. Akhirnya Pintu itu terbuka ,Seperti kejadian hari minggu 10 januari 2016 dimana jadwal belajar tian di tar-q biasanya jam 1 sekarang jadi jam 10 dan biasanya tian belajar di ruang 5.

Singkat cerita, seperti biasa tian masuk dan ngobrol dengan fo ,apakah ustadz pengajar saya sudah datang apa belum?. Ustadznya sudah datang tp lg makan dan biasanya tian langsung masuk ke ruang 5 dengan polosnya dan tidak nanya apakah didalam ada yang lagi belajar apa tidak. Tanpa mengetuk pintu tian Langsung buka pintu itu dan ada tatapan senyuman yang tian dambakan untuk menjadi pendamping hidup tian dengan malu plus kaget tian tutup pintunya. Tian disitu makin yakin bahwa kita dipertemukan bukan karena kebetulan dari karena kehendak Allah seperti cerita tian sebelumnya. Siapakah orang yg di balik pintu itu dialah akhwat yang menerima tian untuk bertaaruf denganya walaupun dia tau tian masih belajar ngaji dan hafalan tian masih sedikit dan dibandingkan dengan dia jauh.

September atau Oktober dimana kira-kira tian bertemu dengan dia, waktu itu tian lg duduk deket fo dan sambil bercanda dengan fo dan murid yang lain disebrang tian ada 2 orang akhwat lg ngobrol di dalam ruangan kelas dan mereka terlihat bolak balik mencari ruangan. Ada satu akhwat yang ngeliatin tak sengaja karena ngerasa adayang ngeliatin ia tian serentak melihat kedalam ,Mata tian lsg tertuju pada satu akhwat yang jika tian melihat kedalam matanya apa yang tian doakan dalam setiap doa tian ada didalam dia. Kebetulan fo mengajak ngobrol mereka dan tian pun dengerin siapa nama mereka untuk di save didalam otak :D.

Pelajaran kembali dimulai dan ustadz pun menanyakan satu hal ,ada kah seseorang yang di sukai untuk ta’aruf? krn kebetulan tian mengutarakan maksud tian utk taaruf sebelumnya. Namanya tian sebut dan ustadz pun menyuruh bikin CV Ta’aruf , besok harus dikirim kesini ia :kecap ustadz. Habis pulang dari sana tian langsung bikin CV untuk dikirim besok ke tar-q sekalian pergi kerja. Seminggu kemudian tian mendapat kabar CV udah ada di akhwat dan lagi dipertimbangkan. Menunggu seminggu kemudian dan tian dapat kabar akhwatnya setuju tp harus menunggu kakanya menikah dulu atau merujuk saya agar berkenan dengan kakanya. Minggu bergulir Minggu akhwatnya bingung dan pengen kakanya menikah dulu karena orang tuanya pengen satu satu menikah dulu. Jujur tian sedih tapi mau gmn lagi cowo itu harus tahan banting dan terus istiqomah dengan jalan yg diridhoi Allah.

Tian biasa melakukan shalat istikharah dan taubat dari sebelum buan puasa di tahun 2015 dan sampai skrg masih alhamdulilah. Tiap tian shalat dan dzikir air mata ini serasa terus mengalir karena tian selalu bertanya dalam pikiran tian, apakah tian ini gak pantas mendapatkan jodoh yang sholehah ya Allah T_T ,ibarat perumpamaan saya tidak pantas masuk surga  tapi saya tidak ingin masuk neraka. Tian pengen mendapat jodoh yang sholehah walaupun tian blm sholeh betul karena tian pengen lebih sholeh lagi dari ini tian pengen mendapat akhwat yang sholeh dan bisa saling mengingatkan dalam hal ibadah yang akan membuat hidup kita lebih berarti dimata Allah. Yang bisa tian lakuin waktu itu cuman berdoa, berserah diri kepada Allah krn Allahlah maha pembolak balik hati. DIA yang tau mana yang terbaik buat kita, tian tidak bisa melampaui kehendak Allah dan yakinlah Allah punya rencana indah dibalik itu semua.

560569_2527546806094_7328559_n

Pertengahan bulan november tian dapat kabar lagi dari ustadz bahwa akhwatnya pengen lanjut, spontan tian bilang serius ustadz ah kalo ragu mah lebih baik jangan ustadz krn rasulluhlah mengajarkan bahwa kalo ragu ragu lebih baik jangan dan ustadz pun menjelaskan bahwa akhwat emang gak ragu cuman krn ada pikiran kakanya blm nikah ,orang tuanya pun ingin kakanya dulu terlebih dahulu walaupun dalam syariat menjelaskan siapa yang siap kenapa tidak disegerakan. Alhamdulilah kaka-kakanya mau menikah bentar lagi, ada yang sudah melamar dan ada yang sudah dilamar. Allah telah membukakan pintu ikhtiar untuk tian tinggal tian berjuang untuk lebih baik lagi.

-bersambung-

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply