Islam, Story

7 Golongan yang Mendapatkan Naungan Allah (beserta penjelasan dan pengalaman)

November 8, 2017

Bismillahhir rahmanir rahim:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Pada hari kiamat manusia dikumpulkan di padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan setiap amal perbuatan yang telah dikerjakanya selama di dunia.
Kondisi pada saat itu sangatlah panas sekali, karena matahari didekatkan di atas kepala manusia dengan jarak satu mil. Ditambah manusia pada saat itu dalam keadaan tak beralas kaki, tidak berkhitan dan tidak mengenakan pakaian.
Namun berkat rahmat Allah ta’ala ada sekelompok manusia yang akan dinaungi oleh Allah ta’ala dari panasnya terik matahari saat itu.

Disebutkan dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan ‘Arsy Allah Ta’ala dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah Ta’ala. Yaitu:
1. Pemimpin yang adil

Jaman sekarang banyak yang menginginkna jadi pemimpin tapi mereka tidak tahu betapa beratnya jadi seorang pemimpin dan pertanggung jawabanya di akherat kelak.
2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala
3. Seorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala. Mereka berkumpul karena Allah dan mereka pun berpisah juga karena Allah Ta’ala.
5. Seorang yang diajak wanita untuk berbuat yang tidak baik, dimana wanita tersebut memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia mampu mengucapkan, “Sungguh aku takut kepada Allah”.
6. Seorang yang bersedekah dan dia sembunyikan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
7. Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehingga kedua matanya meneteskan air mata.”

Yuk tonton video 7 Golongan yang Mendapatkan Naungan Allah.
Semoga kita termasuk dari mereka. Aamiin …

dikutip dari :Yufid tv

Sport

Anabolik vs Katabolik

December 7, 2016

Mungkin anda pernah mendengar atau membaca tentang anabolik atau katabolik. Dan mungkin juga saat anda membacanya di artikel-artikel fitness ada banyak disebut tentang ini. Kondisi anabolik adalah yang terpenting untuk anda ketahui sebagai seorang fitness mania dan untuk membentuk tubuh anda.
Secara mudah, anabolik ini berarti suatu kondisi tubuh dimana berada dalam kondisi pertumbuhan otot menjadi lebih besar. Sedangkan Katabolik berarti tubuh anda sedang dalam kondisi menurun pada otot dan perusakan serat-serat otot.
Tentu saja, sebagai seorang yang ingin membangun tubuh lebih baik kita ingin tetap berada dalam kondisi anabolik dan menghindari kondisi katabolik. Tapi sayangnya, kita tidak bisa menghilangkan sama sekali kondisi katabolik tetapi kita bisa melakukan sesuatu untuk meminimalkannya.
Makan Teratur
Kondisi anabolik bisa dijaga mudah dengan cara makan cukup makanan baik secara teratur (setiap 2 atau 3 jam). Jaga tingkat karbohidrat anda diatas dan jaga sumber protein bersih ditingkat atas juga. Cara ini akan membuat tubuh anda mempunyai karbohidrat dan asam amino berkualitas dalam aliran darah anda dengan stabil. Aliran ini akan membuat anda mempunyai energi dan bahan baku untuk perbaikan otot secara berkelanjutan. Tubuh anda bisa diperbaiki setelah dari gym dan anda bisa terus tumbuh.
Istirahat
Kedua, anda juga menjaga tubuh anda dalam kondisi anabolik dengan istirahat yang cukup antar sesi latihan karena otot tumbuh ketika anda beristirahat, bukan saat anda berlatih. Pastikan anda mendapat istirahat yang cukup antar latihan, otot anda seharusnya tidak dalam kondisi pegal ketika anda akan melatih otot itu lagi. Jika masih ada rasa pegal, berarti ini indikasi anda perlu waktu lagi untuk pemulihan.
Kondisi Katabolik
Ada dua hal yang membuat kita berada dalam kondisi katabolik, kekurangan dalam makanan dan latihan. Ya, latihan. Ini yang tidak bisa kita hindari tapi bisa diminimalkan efek negatifnya.
Kekurangan makanan ini sudah jelas, tanpa makanan sebagai sumber bahan baku otot, bagaimana kita bisa membangun otot atau memperbaiki yang rusak. Ketika anda kekurangan sumber energi, maka tentunya tubuh anda akan melirik sumber energi lainnya, apa itu? Bisa lemak, bisa otot. Dan ternyata yang termudah untuk dibakar adalah otot.
Jika anda berlatih keras dan kekurangan makanan, apa yang terjadi? Anda malah akan membakar otot anda dan bukannya menjadi lebih besar, tapi malah menyusutkannya. Atau saat anda berlatih untuk dada dan kekurangan makanan, tubuh anda akan mencari cadangan amino lainnya untuk memperbaiki dada anda. Bisa saja diambil dari otot tangan atau otot kaki anda yang sedang tidak digunakan. Kontra produktif khan?
Panjang latihan yang berlebihan juga akan membuat anda merusak otot anda tanpa bisa memperbaikinya. Jaga latihan anda tetap keras dengan waktu yang singkat sampai 1 jam saja. Berlatih 3 jam akan membuat anda terlihat hebat tapi tentunya itu mengorbankan tubuh anda.
Anda tidak bisa menghindari kondisi katabolik, tapi anda bisa mengurangi efeknya. Saat anda berlatih, saat itulah otot anda berteriak untuk tambahan nutrisi baik energi maupun protein. Anda harus segera mengonsumsi protein sederhana seperti amino dan karbohidrat sederhana seperti gula. Dengan demikian tubuh anda akan mengalami pemulihan dengan lebih cepat.

sumber : http://fitnesship.blogspot.co.id/2011/03/anabolik-vs-katabolik.html

Film

Film Hijrah Cinta-Biografi perjalanan Almarhum ustadz Jeffry (Review)

November 29, 2016

Bismillahhir rahmanir rahim:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

hijrah_cinta

Siapa yang ga tau dengan yang namanya ustadz jeffry al-buchori dan yang ingin melihat kisah hidupnya dari awal sampai akhir ,tontonlah film ini.

Sinopsis

Cerita tentang almarhum Ustadz Jefri Al Buchori (Alfie Alfandy) alias Uje yang dikenal sebagai ustad gaul. Uje muda hanyut dalam kenikmatan dunia. Ia sia-siakan bakat yang dimilikinya: aktor berbakat, model ternama, bahkan masa depan yang bagus. Karena ulahnya, ia dijauhi teman dan sahabat. Bahkan harapan seorang ibu yang menginginkan sang anak tidak menyia-nyiakan hidup, malah harus pasrah menghadapi kenyataan.

Perkenalan Uje dengan seorang gadis bernama Pipik (Revalina S. Temat) mengubah hidupnya. Ia begitu terkesan setelah pandangan pertama. Pipik pun meyakini bahwa lelaki yang dicintainya ini memiliki tekad besar mengubah hidupnya. Pipik tidak saja menjadi saksi perubahan hidup Uje, tetapi juga penyelamat hidup Uje lepas dari jerat narkoba.

Pemeran

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hijrah_Cinta

Review

film ini berhasil membawa para penonton masuk kedalam film ini walaupun ada beberapa kekurangan(Cerita uje pas di mekah ga di ceritain detail) tapi karena jalan cerita yang kuat menjadikan film ini sangat bagus untuk di tonton 😉 . Ada beberapa adegan yang paling saya suka :

-Saat ustadz Jeffry pertama kali ceramah itu bikin T_T

-Bagaimana Pipik tetap tegar walaupun suaminya selalu membuatnya kesusahan

-Perjuangan dari atas ke bawah, pasang surutnya ustadz jeffry

-Suara ngaji Alfie Alfandy bagus menggetarkan jiwa (Maklum di PPT juga ada)

saya berikan penilaian 7,8/10

ini nih yang pernah membuat saya bilang “Jika saya tidak berguna bagi orang lain, keluarga saya dan orang tua saya maka cabutlah nyawa saya yang tidak berharga ini ya Allah” T_T sad….

Quote

“Kuncinya itu di Hati Bukan di mulut, karena kalau di hatinya benar pasti di mulutnya pun benar”

Trailer

Story

Tips naek taksi di Bandara Husain Sastranegara Bandung

November 29, 2016

Bismillahhir rahmanir rahim:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bagi yang suka berpergian ke luar kota menggunakan pesawat dan mau menggunakan jasa taksi ,tian mau kasih tips nih. Pasti setelah kita keluar dari bandara banyak tukang taksi yang nawarin jasanya, nah pasti harganya beragam dan ngasih harga seenaknya aja. Lebih baik kamu jalan dulu sedikit menuju full taksinya karena disana harga sudah ditetapkan oleh full taksinya karena taksi ini berasal dari koperasi tni au pasti ada tarif fixnya kalau tarif nya ngawur ngawur ia itu dari pihak sopirnya. Lokasinya depan strabuks sebelah solaria pokonya yang banyak tukang taksi nongkrong , ingat kalo harganya sudah murah lalu mau kasih tips…. silahkan, begitu lebih baik 🙂 .

Islam

Pasanganku nanti pengen kayak ini itu???

November 28, 2016

Bismillahhir rahmanir rahim:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

kata-kata-cinta-untuk-seorang-istri-solehah

Terkadang apa yang kita inginkan belum tentu seperti apa yang kita harapakan apalagi mengenai pasangan hidup pasti ada kekurangan dan kelebihanya yang perlu kita pahami dan berusaha saling menyempurnakan dalam hal kekurangan dan kelebihanya itu. Ada beberapa hal yang terkadang membuat seseorang terlalu menginginkan jodoh yang ….. seperti dibawah ini :

  1. Mempunyai pekerjaan tetap atau elite (BUMN , PNS ,TNI ,POLRI, DLL)

Pada hakekatnya perempuan diciptakan memang untuk mendapatkan nafkah dari sang suami karena memang tugas sang suami untuk memeberikan nafkah ,dengan begitu suami mendapatkan pahala dari menafkahi sang istri dan itu termasuk jihad. Kebanyakan perempuan takut dengan calon suami yang belum mempunyai pekerjaan(lagi berusaha) atau dengan pekerjaan yang tidak tetap atau elite karena takut entar hidupnya susah dan malah sang istri entar yang bekerja. Saya suka geleng geleng dengan hal ini ,kenapa? karena yang ngasih rezeki itu Allah kenapa kita mesti takut dengan rezeki yang sudah di tetapkan Allah. Menurut saya yang penting tetap bekerja bukan pekerjaan tetap dan terpenting lagi rezekinya HALAL. Dan terlebih indah lagi berjuang dari awal bersama untuk menjadi lebih berada dengan tujuan untuk memakmurkan orang muslim lainnya (seperti menciptakan lapangan kerja 😀 ).

2. Mempunyai pendidikan yang setara atau lebih besar dari dia

Ini adalah hal yang aneh menurut saya,kenapa? karena yang saya tau pendidikan memang penting tapi jaman sekarang pendidikan menjadi landasan seseorang lebih tinggi dr seseorang :D. Pendidikan memang menjanjikan pendapatan yang lebih besar tp belum tentu pendidikan besar akhlanya juga baik memang lebih bagus akhlak baik dan pendidikannya juga baik. Tapi pendidikan itu tak selamanya membutuhkan gelar krn banyak orang yang ahli didalam bidangnya bahkan lebih hebat dr orang yang berpendidikan tinggi. Dan yang saya tekankan seberapa jauh pendidikan anda berguna pada masyarakat? dan apakah anda tau waktu anda itu di pertanggung jawabkan di akherat nanti, Lebih besar mana anda belajar ilmu dunia dan akherat dan apakah pendidikan anda hanya semata untuk memperlihatkan dimata orang lain bahwa anda ini lulusan s1,s2,s3 universitas… contoh saja saya lulusan UI, ITB , UGM dll padahal yang paling bagus adalah lulusan dari ujian Allah karena saya yakin Allah akan menguji kita untuk menjadi lebih baik. (kalo ada yang menyangkal atau tersinggung maaf ini hanya opini dr selama in saya membantu taarufin tmn).

3.Berakhlak baik, suka ngaji , hafal berapa juz dll

Sadarlah kawan “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26). Jadi perbaikilah diri kalian kawan mungkin nilai kamu dimata Allah masih 6 sedangkan dia sudah 9 jadi cobalah untuk mendekati 9 supaya jodoh yang Allah ridhai untuk kamu Allah dekatkan. Seperti ada yang meminta bantuan saya dia itu ingin akhwat dengan hafalan beberapa juz tp dianya malah 1 juz juga blm, mending kalau diimbangin dengan ibadah yang lain, kalau nggak?

4. Cantik, Ganteng, Gagah, Kekar, Bohay

ia ini adalah hal yang penting karena Rasulullah juga menyarankan untuk melihatnya terlebih dahulu tapi jangan muluk muluk yang penting enak dipandang ,sejuk memandangnya dan terlalu ganteng atau cantikpun kan ga enak dilihatin oleh orang lain kecuali akhwat yang sudah pake cadar :D.

5.Mempersempit keinginan -> banyakin doa

Apa sih maksudnya ini, suatu hari di sebuah seminar seseorang sudah putus asa dengan kegagalanya dalan taaruf dan orang ini mempersempit kriterianya menjadi “Perempuan” tanpa ada embel harus tinggi putih cantik dan dia juga menambahkan nah saat kamu berdoa barulah kamu ingin akhwat seperti apa sebutkan karena disitulah mukzijat bermain. Sudah serahin saja sama Allah , Allah tau kok yang terbaik buat kita dengan mempersempit kriteria berarti memudahkan orang memilihkan pasangan taaruf buat kita dan sisanya biar Allah yang nentuin.

6. Ikhtiar yang kurang (ikhtiarlah 1000% atau tak terbatas)

Banyak yang ingin cepat mempunyai jodoh tapi ikhtiarnya gitu gitu aja, kayak datang ke lembaga taaruf terus menunggu hasil padahal banyak banget cara halal yang bisa di tempuh. Ada contoh seperti membuat CV aja ga mau, atau menurutin CV dengan contoh yang diharuskan ga mau apalagi nanti kalau pas nikah ditunjukin dengan jalan baik yang ditunjukan ga mau? ikhtiarpun dimulai dari hal yang terkecil kawan.

contoh:

-Untuk akhwat beritahukanlah pada ayahnya bahwa anaknya ini siap untuk menikah dan mintailah ayah kalian untuk mencarikan jodoh yang baik karena ayahlah yang bertanggung jawab untuk anaknya selama masih belum menikah.

-Mintailah guru ngaji atau murobbi kalian untuk mencarikan jodoh.

-ikut lembaga taaruf yang terpercaya.

-jangan takut untuk penolakan bagi ikhwan  karena ikhwanlah yang harus lebih berjuang beda dengan perempuan yang hatinya akan menjadi rapuh karena penolakan.

Ada orang yang memfitnah saya telah membuka biro jodoh 😀 padahal niat saya baik ingin membantu orang yang sedang dalam kesulitan karena saya juga tahu betapa kita dibuat kalang kabut oleh hal ini. Saya suka sedih ngeliat temen-temen saya yang galau karena jodoh jadi kenapa tidak saya bantu toh itu juga menjadi multilevel amal buat saya. Dengan ikhlas tanpa bayaran apapun walaupun disibukan dengan hal yang bukan menjadi urusan saya, bikin pusing ditanya kedua belah pihak tapi gimana lagi untuk suatu hal yang berbau kebaikan kita harus meluangkan waktu kita 🙂

-Sekali lagi ini cuman pendapat maaf kalo ada kesalahan ,kalo ada saran silahkan di tampung

Maaf kalo ada salah , semua kesalahan ada pada diri saya, kebenaran hanya milik Allah.

Wallahu A’lam Bishawab

waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Islam

2 Kunci Kebahagian Hidup

October 11, 2016

Bismillahhir rahmanir rahim:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

patience

Siapa sih yang tidak ingin bahagia ??? Orang gila aja bahagia suka ketawa tawa 😀

Banyak orang ingin memperoleh kebahagian termasuk saya juga ingin bahagia sis bro, tapi kebanyakan orang menyalahkan arti kebahagian dengan mempunyai uang banyak, mempunyai jabatan yang tinggi, memperoleh kesuksesan dll. Coba bayangkan orang-orang yang telah memperoleh hal diatas apakah mereka bahagia?… mungkin sudah ada yang pernah merasakan hal di atas tapi mereka tidak merasa tenang, gundah gulana atau gelisah 😀 😛 karena takut uangnya ada yang nyuri , takut uangnya ketauan hasil korupsi, takut jabatanya dicopot, takut bisnisnya gagal dan banyak lg– >bayangin aja sendiri. Alhamdulilah Allah tidak meletakan kebahagian seseorang di harta ,uang ,jabatan dan apa yang dia punya tapi Allah meletakan kebahagian itu di “HATI”. Bisa kita liat sepasang suami isteri saling menyuapi walau hanya makan tempe tapi mereka merasa bahagia .

ini dia 2 Kunci Kebahagian Hidup :

Bersyukur

al-mulk-67-23 ayat-ayat-syukur-3-638 ayat-ayat-syukur-5-638 bersyukur syukur-dalam-quran-dan-haditsIniah pentingnya bersyukur karena dengan bersyukur kita akan merasa berkecukupan karena tanpa bersyukur orang yang berkecukupan akan selalu merasa kekurangan :), maka dari ini mari kita bersyukur atas hidup yang telah di berikan Allah pada kita. Umpamakan Allah mencabut kenikmatan dalam melihat karena km kurang bersyukur dengan nikmat penglihatan yang Allah berikan? apa yang akan terjadi jika itu terjadi, ingatlah utk selalu bersyukur.

Bersabar

Saat kita ditimpa musibah yang Allah inginkan yaitu bersabar dan terus bersujud dihadapan Allah memasrahkan segalanya pada Allah karena Allah tau mana yang terbaik untuk kita walaupun pedih dan menyakitkan tian yakin pasti ada hikmahnya seperti cobaan-cobaan yang menimpa tian saat ini, semoga Allah memudahkan jalan jalan orang yang bersabar dan terus berdiri dijalan Allah.

al-baqarah153 bersabar-di-jalan-allah-azza-wa-jalla-dan-memaafkan-gangguan-manusia doa_sabar gmbar-ayat-al-quran-tentang-sabar sabar-1 tumblr_mx9t4ppoeo1s05s0go1_1280

Maaf kalo ada salah , semua kesalahan ada pada diri saya, kebenaran hanya milik Allah.

Wallahu A’lam Bishawab

waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Islam

Rumahku ngontrak ?

September 5, 2016

sudah lama tidak posting, mari kita berbagi ilmu 🙂

dikutip dari ceramah ustadz Sayafik Riza Basalamah, M.A

saling-membantu-membangun-rumah-di-surga

Hakekatnya rumah kita semuanya adalah ngontrak???

kok saya punya rumah disebut ngontrak??

karena kita akan mati dan ingat rumah kita tidak akan dibawa mati kecuali rumah yang kita amalkan dijalan Allah :p setelah kita mati rumah kita menjadi milik siapa? —-

seberapa lama kita menempati rumah yang kita bangun?—

seberapa banyak kita menikmati indahnya tinggal di rumah kita?–

itulah mengapa kita didunia ini tidak akan bawa apa-apa kelak di akherat kecuali 3 hal :

  1. Ilmu yang bermanfaat
  2. Amal
  3. Anak yang Sholeh/Sholehah

Oleh : Ustadz Syafiq Basalamah, MA

Sudahkah anda memiliki sebuah rumah ?
Atau sedang membangunnya ?
Atau anda masih tenggelam dalam impian indah untuk mendirikan rumah ?

Hampir semua insan yang hidup di muka bumi ini berkeinginan memiliki tempat tinggal. Dia bekerja memeras otak dan keringatnya demi mewujudkan cita-cita memmembangun sebuah rumah;

Tempat tinggal untuk dirinya bersama kelurga
Tempat berteduh dari hujan dan panas
Tempat memadu cinta dan kasih sayang bersama anak dan cucu.

Dan Alhamdulillah, sudah banyak yang memiliki rumah, namun biasanya kalau rumahnya belum bagus, dia berkeinginan untuk memperindah rumahnya. Dengan desain yang lebih indah dan elegant. Lebih luas dan menarik dari luar dan dalam.

Dan Yang sudah memiliki rumah bagus nan mewah, kadangkala bila melihat rumah yang lebih indah, terbetik di hatinya untuk merenovasi rumahnya atau membangun rumah seperti yang dilihatnya.

Dia akan memilih lokasi yang lebih indah, lebih strategis, lebih aman dan lebih semuanya.

Kenapa tidak?
Emang tidak boleh?

Tentunya tidak apa-apa selama dari hasil yang halal dan sesuai dengan syari’at.

Namun, bila kita perhatikan dan renungkan, ternyata tidak sedikit dari manusia yang hidup di muka bumi ini, khususnya orang-orang miskin yang sampai mati belum sempat memiliki rumah.

Atau ada yang sudah menabung dari masa muda sampai tua, tapi belum juga tercapai rumah yang diimpikannya. Selama hidupnya ia tinggal di rumah kontrakan yang sederhana, apa hendak dikata; itulah kemampuan yang dimilikinya.

Atau ada yang sudah membangun rumah kecil, namun ternyata rumahnya harus digusur karena berdiri di atas tanah sengketa.

Dan pada hakekatnya, semuanya akan digusur, kalau bukan rumahnya, maka penghuninya yang akan dipaksa keluar dari rumah idamannya.

Sebagus manapun rumah yang dimilikinya.
Seindah manapun lokasi yang dipilihnya.
Sehebat manapun arsitek yang membangunnya.
Semahal manapun rumah yang dibelinya.
Selengkap apapun fasilitas yang disediakan olehnya

Pasti suatu saat, rumah itu tak ubahnya rumah kontrakan, yang harus ditinggal oleh penghuninya, karena masa kontraknya sudah habis.

Saudaraku…..!

Pernahkan anda bermimpi untuk memiliki rumah yang tidak perlu susah payah membangunnya.

Catnya tidak pernah pudar.
Tanamannya tidak pernah layu.
Bentuknya tidak pernah membosankan.
Bangunannya disusun dari batu bata emas dan perak.
Bahan pelekatnya adalah minyak kesturi.
Kerikilnya dari mutiara dan permata.
Debunya adalah Za’faran (Komkoma).
Tamannya tidak pernah putus berbuah.
Sungai-sungai Mengalir di bawahnya.
Kekal dan abadi tidak seperti rumah di dunia.
Yang memasukinya tidak akan pernah tertimpa duka dan kesedihan ([1])

Maukan anda membangun rumah tersebut di atas?
Atau menabung untuk membelinya?
Atau kalau tidak memintanya dari Sang Empunya?

Istri tercinta Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bernama Khadijah telah mendapatkan satu dari rumah yang indah itu, sebagaimana diinfokan oleh malaikat Jibril alaihissalam.([2])

Bukan di kota Mekah yang gersang dan kering kerontang.
Bukan di pondok indah yang tidak lepas dari incaran kawanan perampok.
Bukan di muka bumi yang suatu saat akan luluh lantah rata dengan tanah.

Namun di surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Rumah yang disediakan untuk hamba-hamba yang bertaqwa

Istr i fir’aun telah berdoa memohon kepada Allah , suatu permohonan yang telah Allah ta’ala abadikan dalam Al Qur’an; ([3] )Ia meminta di bangunkan di sisi Allah Taala sebuah rumah.

Ia menginginkan bertetanggaan dengan sang Pencipta. Berjiran dengan ar Rahman dan ar Rahiem yang selama ini; ia telah mengabdikan diri kepada-Nya, walaupun ia belum melihat-Nya.

Bukan bertetangga dengan presiden.
Bukan dengan pangdam.
Bukan dengan pengusaha sukses
Bukan dengan pejabat kaya

Namun bertetangga dengan al Khaliq.

Saudaraku, pernahkkah anda memikirkan rumah anda di surga?
Atau anda hanya memikirkan rumah di dunia saja?

Rumah di surga itu tidak susah didapat.

Tidak perlu memeras keringat dari pagi sampai sore.
Tidak perlu uang yang banyak.
Pengemis dan fakir miskinpun bisa memperolehnya.

Caranya….?

Sebagaimana banyak cara untuk dapat memiliki rumah di dunia; Ternyata banyak cara pula untuk membangun rumah di surga. Allah memberikan banyak opsi bagi manusia, karena sebagai Sang Pencipta Dia mengetahui adanya perbedaan di antara hamba-hambanya dalam menentukan jalan dan caranya.

Di bawah ini ada beberapa amalan yang silahkan diamalkan bagi yang ingin memiliki rumah di surga, semua sesuai dengan kemampuan masing-masing:

1- Melaksanakan shalat sunnah sebanyak 12 rakaat dalam sehari dan semalam.

Berusahalah untuk senantiasa shalat sunnah sebanyak 12 rakaat dalam sehari dan semalam.

Qabliah, ba’diah(terutama rawatib), dhuha, atau sunnah yang lainnya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى الله عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بِهِنَّ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ))

“Tidaklah seorang muslim melaksanakan shalat sunnah untuk Allah pada setiap harinya sebanyak 12 raka’at selain shalat fardhunya, melainkan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga“. (HR Muslim)

2- Membangun masjid.

Kalau mungkin kita tidak bisa melakukan yang pertama, cobalah menyisihkan rizkinya untuk membangun masjid, jangan takut miskin karena membangun rumah Allah di muka bumi ini, karena Rizki kita itu dari Allah, dan Dia berjanji akan memberi ganti bagi kita di dunia dan membangunkan rumah untuk kita di surga.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, yang artinya: “Barang siapa yang membangunkan bagi Allah sebuah masjid, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga“. (HR Bukhari Muslim)

Tapi kalau kita tidak bisa membangun masjid, semua dananya dari kocek kita, maka kita bisa berpartisipasi sesusai dengan kemampuan kita, kalau tidak bisa dengan duit, maka cobalah sekali-sekali menyisihkan waktu dan tenaga untuk membantu membangun rumah Allah, jangan berkata itu sudah ada tukangnya, kita membangun bukan karena dibayar, tapi kita sedang membangun rumah kita di surga, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

«مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ، أَوْ أَصْغَرَ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

“Barang siapa yang membangunkan sebuah masjid karena Allah, walaupun sekecil tempat bertelurnya burung Dara pasir, atau yang lebih kecil, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga“. (HR Ibnu Majah, dishahihkan oleh Albani, Shahih Jami’ no: 6128).

Sesuatu yang kecil akan menjadi besar dan dahsyat karena niat dan tujuan yang baik dan luhur.

3- Membaca surat al Ikhlas sebanyak 10 kali.

Kalau mungkin kita tidak bisa melakukan kedua hal di atas, masih ada amalan lain yang bisa dilakukan; Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

«مَنْ قَرَأَ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ } عَشَرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِيْ الجَنَّةِ» .

“Barang siapa yang membaca surat (Qul Quwallahu Ahad) sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga“.(HR Ahmad, dishahikan Albani, Sohihil Jami’ no: 6472).

Subhnallah, sebuah amalan yang sangat ringan dengan ganjaran yang begitu indahnya, akan tetapi hal ini tetap membutuhkan keikhlasan.

4- Bersabar dan memuji Allah tatkala mendapat musibah meninggalnya buah hati (anak)

Perkara yang satu ini membutuhkan perjuangan yang sangat berat, namun akan mudah bagi orang-orang yang beriman dengan takdir Ilahi, semua yang terjadi sudah menjadi kehendak sang Pencipta Yang Maha kuasa, semua pasti mengandung hikmah yang agung. Sedih boleh, tapi jangan larut dalam samudra kesedihan, masih banyak tugas dan kewajiban yang harus diselesaikan, yang mati sudah lebih dahulu terlepaskan dari beban dunia. Sementara yang hidup masih banyak tanggungan yang harus segera dikerjakan, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda yang artinya:

“Jika anak dari seorang hamba Allah meninggal dunia, Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-KU?”, maka mereka berkata: “Iya, benar”.

Kemudian Allah berkata: “Kalian telah mengambil buah hatinya?”, maka para malaikat berkata: “Iya, benar”.

Allah bertanya lagi : “Apa yang dikatakan oleh hamba-Ku” ?

“Dia memuji-Mu dan berkata “Inna lillahi wa innaa ilaihi raji’un” (Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya kepadaNya kami akan kembali”, Jawab para malaikat.

Allah-pun berfriman: “Dirikanlah sebuah rumah untuk hamba-Ku di surga, dan namakan rumah itu; “RUMAH PUJIAN”.(HR Tirmidzi, dihasankan Albani, Shohihul Jami’ no: 795).

Memuji dan menyanjung Allah ta’ala tatkala mendapat musibah maqamnya berada di atas maqam kesabaran.

5- Membaca doa tatkala masuk pasar.

Bila kita pergi ke pasar, maka jangan lupa untuk membaca doa masuk pasar, karena yang membacanya dengan ikhlash dan mengharap ridha Allah Taala, akan dibangunkan baginya rumah di surga, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda yang artinya: “Barang siapa yang masuk ke pasar dan berkata :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

“Tiada tuhan yang berhak disembah melaikan hanya Allah yang esa, yang tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan, bagi-Nya segala pujian, Dia yang menghidupkan dan Dia yang mematikan, dan Dia Maha Hidup, tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Maka Allah akan menuliskan baginya seribu dikali seribu kebaikan, dihapuskan darinya seribu kali seribu dosa, dan diangkat untuknya seribu kali seribu derajat (yakni satu juta), dan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga“. (HR Ahmad, Tirmidzi, dihasankan oleh Albani –Shahihul Jami’ no : 6231).

Mungkin kita berfikir amalan ini mudah dan ganjarannya begitu dahsyat, tapi ingat betapa seringnya sebagian dari kita tidak membacanya???

Karena setan-setan penjaga pasar tidak akan pernah lupa untuk membuat kita lupa melakukannya.

Dan sebagai catatan, hadits di atas bukanlah anjuran agar banyak-banyak ke pasar, karena pasar tetap sebagai tempat yang paling dibenci oleh Allah, namun kalau kita harus ke pasar, jangan lupa membaca doa di atas.!!!

6- Tinggalkan kebiasaan berdusta, walaupun hanya bergurau.

Berbohong untuk menyegarkan suasana bersama, sering kali menjadi opsi sebagian orang, padahal yang namanya berbohong tetaplah tidak boleh. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, yang artinya:

Aku menjamin sebuah rumah di tengah-tengah surga, bagi yang meninggalkan dusta, walaupun hanya bergurau”. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Shihihah no:273).

Sudah saatnya kita berhati-hati dalam berbicara, walaupun dalam kondisi bersenda gurau.

7- Meninggalkan perdebatan walaupun merasa pendapatnya adalah yang benar.

Manusia memiliki instink untuk mempertahankan pendapatnya dan menunjukkan eksistensi dirinya, apalagi dalam kondisi-kondisi spesial, dan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam menjaminkan sebuah rumah di bagian pingiran surga, bagi yang meninggalkan berbantah-bantahan walaupun pendapatnya yang benar.

Khususnya dalam urusan-urusan dunia, demi menjaga perasaan saudara sesama muslim, apalagi kalau itu di antara suami istri yang kerap kali berbantah-bantahan dalam urusan sepele, sehingga terjadi keributan yang berkepanjangan di antara mereka. Maka meninggalkannya walaupun pendapat kita yang benar adalah suatu kemuliaan. Mungkin kita pernah mendengar orang menyebutkan (Yang waras ngalah), ini adalah benar adanya.

Sebuah rumah di surga telah dijaminkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bagi mereka.(HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Albani dalam Shohih Targhim 3/6)

Disebutkan Bahwa Nabi Dawud berpesan kepada putranya, “Wahai anakku! Jauhilah perdebatan. Sesungguhnya ia itu manfaatnya sedikit, dan ia menyulut permusuhan di antara sesama saudara”. (Faidhul Qadir, al Munawi 5/5).

8- Menutup celah di antara Shaf Shalat.

Bila kita mendapat celah di antara Shaf shalat, seperti yang banyak kita dapati di negeri kita, seakan-akan setiap orang memiliki kekuasaan masing-masing, sehingga saling berjauhan shaffnya, maka tutuplah celah itu, sambunglah shaf itu, Allah akan membangunkan rumah di surga bagi yang melakukannya.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

«مَنْ سَدَّ فُرْجَةً فِي صَفٍّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

“Barang siapa yang menutup celah di Shaff niscaya Allah akan mengakat baginya satu derajat dan membangunkan untuknya rumah di surga“. (HR.Thabrani, dishahikan Albani, Shohihah no: 1892).

9- Berhijrah.

Berhijrah yakni berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam, dari tempat yang tidak bisa ditegakkan syiar-syiar Islam ke tempat yang dapat diteegakknya syiar-syiar Islam, dan Hijrah adalah suatu kewajiban yang berlanjut sampai hari Kiamat. Di balik kewajiban ini ada suatu keutamaan yang Allah janjikan, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, yang artinya:

“Aku menjaminkan sebuah rumah di bagian pingiran surga, bagi yang beriman kepadaku dan masuk Islam serta berhijrah“. (HR Nasai, Shohih Jami’ no: 1465)

10- Berjihad di jalan Allah ta’ala.

Para mujahidin di jalan Allah mendapatkan tiga buah rumah: di pingiran surga, di tengah surga dan di tempat tertinggi di surga, sebagaimana hal itu disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadist Fudhalah bin Ubaid ((HR Nasai, Shohih Jami’ no: 1465).

Tiga rumah spesial ini dikhususkan bagi mereka yang benar-benar berjuang untuk menegakkan kalimat Allah ta’ala di muka bumi.

11- Husnul Khuluq

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Aku menjaminkan sebuah rumah di tempat yang tertinggi di surga, bagi yang akhlaknya mulia”. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dihasankan Albani, Shohihul Jami’ no: 1463).

Inilah beberapa opsi bagi yang ingin memiliki rumah di surga kelak, rumah yang tiada duka, tiada susah, tiada gundah, namun waktu membangunnya adalah tatkala kita berada di rumah yang penuh dengan duka dan gundah, di dunia ini.

Semoga Allah memudahkannya untuk semua…. Amiin ! [Selesai]

Islam, Story

Kasih Sayang Mu IBU

June 24, 2016

Apakah kita sudah berbakti kepada orang tua kita?…

Bayangkan bagaimana kita dari kecil di pangku di besarkan Bunda dengan penuh kasih sayang tanpa pamrih tanpa mengeluh itulah kemurnian kasih sayang ibu? Bayangkan … Bayangkan ….. Bayangkan karena kasih sayang seorang ibu itu lebih lebih lebih lagi .

Teringat dimasa kecil yang lugu dan penuh dengan rasa ingin tahu dimana saat waktunya makan di kejar kejar ibu untuk makan dan kita  bersembunyi dari ibu ;D karena tidak mau makan sayuran yang tidak kita suka padahal menyehatkan dan bagus buat pertumbuhan kita. Dengan sabarnya ibu kita membujuk untuk makan walaupun sedikit atau dengan mengiming imingi kita dengan hadiah agar kita mau makan 😀 .

Sakit adalah titik dimana dirimu tidak bisa apa apa hanya bisa begantung pada orang lain untuk sembuh. waktu itu saya sakit panas sangat tinggi sampai sampai ibu saya panik dan akhirnya menggendong saya untuk mencari dokter, masih teringat seberapa jauhnya beliau jalan untuk mencari dokter T_T. Dan waktu kita sakit dirumah sakit pun ibu kita menemani kita 24 jam disamping kita untuk memastikan anaknya cepat sembuh dan dengan penuh kasih sayangnya ibu kita tidak pernah mengeluh ;( .

Sekarang kita bayangkan jika posisi terbalik dmn ibu kita sakit dan terbaring lemas di kasur tanpa bisa apa apa, apa yang akan km lakukan?

1…

2…

3…

4…

5…?

Saya mengalaminya sendiri dmn ibu saya dapat musibah, beliau terbakar oleh semburan gas membuat kulit muka tangan dan kakinya melepus. Waktu kejadian yang saya bisa lakukan hanyalah berdzikir dan menangis krn orang yang kita sayangi terpakar kesakitan. Setelah ibu saya mulai baikan saya suka ngemandiin , bantuin buang air kecil dan buang air besar tp setelah saya selesai melakukannya ibu saya selalu bilang “Maaf” dan “Makasih”. Dengan perkataan beliau yang seperti itu saya membayangkan bahwa dulu waktu kecil kita dimandiin ,dikasih makan dan dicebokin apa kita bilang maaf dan makasih? ,Lalu saya bilang ke ibu dengan air mata yang mengalir “mah jangan bilang maaf atau makasih saya sebagai anak merasa durhaka jika ibu bilang seperti itu krn waktu kecil apakah tian mengatakan maaf atau terimakasih , ini tugas tian sebagai anak dan tian ga mau jd anak durhaka krn walaupun tian melakakukan hal ini(cebok mandiin dll) tian ga akan pernah bisa mengembalikan jasa mamah ke tian” . Saya ga bisa berkata kata lagi ,selagi orang tua kalian ada bahagiakanlah mereka krn membahagiakan orang tua mempunyai pahala yang sangat besar.

23

hadits-tentang-hormat-kepada-orang-tua-dan-guru-6-638

hadits-tentang-hormat-kepada-orang-tua-dan-guru-7-638

hadits-tentang-hormat-kepada-orang-tua-dan-guru-8-638

Ridhollah

Ini Ada beberapa hadits dari Sebuah Web : http://multazam-einstein.blogspot.co.id/2013/03/hadis-tentang-berbakti-kepada-orang-tua.html

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

I.            PENDAHULUAN
Islam telah mengajarkan kepada kita agar berbakti kepada orang tua, mengingat banyak dan besarnya pengorbanan serta kebaikan orang tua terhadap anak, yaitu memelihara dan mendidik kita dejak kecil tanpa perhitungan biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak mengharapkan balasan sedikit pun dari anak, meskipun anak sudah mandiri dan bercukupan tetapi orang tua tetap memperlihatkan kasih sayangnya, oleh karena itu seorang anak memiliki macam-macam kewajiban terhadap orang tuanya menempati urutan kedua setelah Allah Swt, dan kita juga dilarang durhaka kepada orang tua. Dalam makalah ini, pemakalah akan memaparkan tentang birrul walidain dan ‘uququl walidain.

  1. HADIS
  2. Hadis Abdullah ibnu Umar tentang ridho Allah terletak pada ridho orang tua.

عَنْ عَبْدُ الله بن عَمْرٍو رضي الله عنهما قال قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: رِضَى اللهُ فى رِضَى الوَالِدَيْنِ و سَخَطُ الله فى سَخَطُ الوَالِدَيْنِ ( اخرجه الترمذي وصححه ابن حبان والحاكم)

Artinya: dari Abdullah bin ‘Amrin bin Ash r.a. ia berkata, Nabi SAW telah bersabda: “ Keridhoaan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua”. ( H.R.A t-Tirmidzi. Hadis ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim)[1]

  1. Hadis Abu Hurairah tentang siapakah yang berhak dipergauli dengan baik.

عَنْ اَبِي هُرَيرَةَ رضي الله عنه قال جَاءَ رَجُلٌ الى رسولِ الله صلى الله عليه وسلم فقال يَا رسولَ الله مَنْ اَحَقًّ النّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قال: اُمُّك قال: ثُمَّ مَنْ؟ قال: ثُمَّ اُمُّك قال: ثم من؟ قال :ثم امُّك قال: ثم من؟ قال : ثم اَبُوْكَ (اخرجه البخاري)

Artinya: dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: “ Suatu saat ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya: “ Wahai Rasulullah, siapakah yang berhak aku pergauli dengan baik?” Rasulullah menjawab : “ Ibumu!”, lalu siapa? Rasulullah menjawab: “ Ibumu!”, lalu siapa? Rasulullah menjawab: “Ibumu!”. Sekali lagi orang itu bertanya: kemudian siapa? Rasulullah menjawab: “ Bapakmu!”(H.R.Bukhari).[2]

  1. Hadis Abdullah bin Mas’ud tentang amal yang paling disukai Allah SWT.

عَبْدُ الله بن مَسْعُودٍ قال سَاَ لْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ايُّ الْعَمَلِ اَحَبُّ الى الله قال: الصَّلَاةُ على وَقْتِهَا قال: ثم اي قال:ثُمَّ بِرُّ الْوَالْدَيْنِ قال: ثم اي قال: الجِهَادُ فى سَبِيْلِ الله ( اخرجه البخاري و مسلم)

Artinya: “ dari Abdullah bin Mas’ud r.a. ia berkata: “ Saya bertanya kepada Nabi saw: amal apakah yang paling disukai oleh Allah Ta’ala?” beliau menjawab: “ shalat pada waktunya. “ saya bertanya lagi: “ kemudian apa?” beliau menjawab: “ berbuat baik kepada kedua orang tua. “ saya bertanya lagi: “ kemudian apa?” beliau menjawab: “ berjihad(berjuang) di jalan Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim).[3]

  1. Hadis Al-Mughirah bin Su’bah tentang Allah mengharamkan durhaka kepada ibu, menolak kewajiban, meminta yang bukan haknya.

عن المغيرة بن شعبة قال النبي صلى الله عليه وسلم : ان الله حرم عليكم عقوق الامهات ووأد البنات ومنع وهات وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال واضاعة المال (اخرجه البخاري)

Artinya: dari Al-Mughirah bin Syu’ban r.a. ia berkata, Nabi Saw telah bersabda: “ Sungguh Allah ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak kewajiban, meminta yang bukan haknya dan mengubur hidup-hidup anak perempuan. Allah juga membenci orang yang banyak bicara, banyak pertanyaan dan menyia-nyiakan harta.” (H.R.Bukhari).[4]

  1. Hadis Abdullah ibnu Umar tentang dosa-dosa besar.

عن عبد الله بن عمر ورضى الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ان من اكبر الكبا ئر ان يلعن الر جل والديه . قيل رسول الله.و كيف يلعن لر جل والديه ؟ قا ل: يسب الرجل ابا لرجل فيسب أبا لرجل فيسب أبا ه و يسب ( أخر جه امام بخاري)

Artinya: “ dari Abdullah bin ‘amr bin al-ash ia berkata, Rasulullah Saw telah bersabda: “ diantara dosa-dosa besar yaitu seseorang memaki kedua orang tuanya. “ para sahabat bertanya: “ Wahai Rasulullah, apakah ada seseorang yang memaki kedua orang tuanya?” Beliau menjawab: “ Ya, apabila seseorang memaki ayah orang lain, kemudian orang itu membalas memaki ayahnya kemudian ia memaki ibu orang lain, dan orang itu memaki ibunya. (H.R. Bukhari).[5]

  • PEMBAHASAN

    Birrul Walidain

  1. Pengertian Birrul Walidain

Istilah Birrul Walidain terdiri dari kata Birru dan al-Walidain. Birru atau al-birru artinya kebajikan dan al-walidain artinya kedua orang tua atau ibu bapak. Jadi, Birrul Walidain adalah berbuat kebajikan terhadap kedua orang tua.

  1. Kedudukan Birrul Walidain

Birrul Walidain mempunyai kedudukan yang istimewa dalam ajaran Islam. Allah dan Rasul-Nya menempatkan orang tua pada posisi yang sangat istimewa, sehingga berbuat baik pada keduanya juga menempati posisi yang sangat mulia, dan sebaliknya durhaka kepada keduanya menempati posisi yang sangat hina. Karena mengingat jasa ibu bapak yang sangat besar sekali dalam proses reproduksi dan regenerasi umat manusia.

Secara khusus Allah juga mengingatkan betapa besar jasa dan perjuangan seorang ibu dalam mengandung, menyusui, merawat dan mendidik anaknya. Kemudian bapak, sekalipun tidak ikut mengandung tapi dia berperan besar dalam mencari nafkah, membimbing, melindungi, membesarkan dan mendidik anaknya, sehingga mempu berdiri bahkan sampai waktu yang sangat tidak terbatas.

Berdasarkan semuanya itu, tentu sangat wajar dan logis saja, kalau si anak dituntut untuk berbuat kebaikan kepada orang tuanya dan dilarang untuk mendurhakainya.[6]

  1. Bentuk-Bentuk Birrul Walidain

Adapun bentuk-bentuk Birrul Walidain di antaranya:

  1. Taat dan patuh terhadap perintah kedua orang tua, taat dan patuh orang tua dalam nasihat, dan perintahnya selama tidak menyuruh berbuat maksiat atau berbuat musyrik, bila kita disuruhnya berbuat maksiat atau kemusyrikan, tolak dengan cara yang halus dan kita tetap menjalin hubungan dengan baik.
  2. Senantiasa berbuat baik terhadap kedua orang tua, bersikap hormat, sopan santun, baik dalam tingkah laku maupun bertutur kata, memuliakan keduanya, terlebih di usia senja.[7]
  3. Mengikuti keinginan dan saran orang tua dalam berbagai aspek kehidupan, baik masalah pendidikan, pekerjaan, jodoh, maupun masalah lainnya. Selama keinginan dan saran-saran itu sesuai dengan ajaran Islam.
  4. Membantu Ibu Bapak secara fisik dan materil. Misalnya, sebelum berkeluarga dan mampu berdiri sendiri anak-anak membantu orang tua terutama ibu. Dan mengerjakan pekerjaan rumah.
  5. Mendoakan Ibu Bapak semoga diberi oleh Allah kemampuan, rahmat dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirta.
  6. Menjaga kehormatan dan nama baik mereka.
  7. Menjaga, merawat ketika mereka sakit, tua dan pikun.
  8. Setelah orang tua meninggal dunia, Birrul Walidain masih bisa diteruskan dengan cara antara lain:
  • Mengurus jenazahnya dengan sebaik-baiknya
  • Melunasi semua hutang-hutangnya
  • Melaksanakan wasiatnya
  • Meneruskan sillaturrahmi yang dibinanya sewaktu hidup
  • Memuliakan sahabat-sahabatnya
  • [8]
  1. Doa Anak untuk Orang Tua

Seorang anak yang ingin mendoakan kedua orang tuanya dapat mengambil contoh dari ayat suci Alquran yaitu, doa Nabi Ibrahim as ketika mengajukan permohonan kepada Allah Swt agar dapat lah kiranya Allah memberi ampunan pada kedua orang tuanya dari dosa-dosa yang telah mereka perbuat.

Doa Nabi Ibrahim as dalam Q.S.Ibrahim:41

  1. Ya Tuhan Kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.

Permohonan Nabi Ibrahim dalam Q.S. Al-Israa’: 24

  1. dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
  1. ‘Uququl Walidain

‘Uququl Walidain artinya mendurhakai kedua orang tua. Durhaka kepada kedua orang tua adalah dosa besar yang dibenci oleh Allah Swt, sehingga adzabnya disegerakan oleh Allah di dunia ini. Hal ini mengingat betapa istimewanya kedudukan kedua orang tua dalam ajaran Islam dan juga mengingat betapa besarnya jasa kedua orang tua terhadap anaknya, jasa itu tidak bisa diganti dengan apapun.

Adapun bentuk pendurhakaan terhadap orang tua bermacam-macam dan bertingkat-tingkat, mulai dari mendurhaka di dalam hati, mengomel, mengatakan “ah” ( uffin, berkata kasar, menghardik, tidak menghiraukan panggilannya, tidak pamit, tidak patuh dan bermacam-macam tindakan lain yang mengecewakan atau bahkan menyakitkan hati orang tua.) di dalam Q.S. A-Israa:23 di ungkapkan oleh Allah dua contoh pendurhakaan kepada orang tua yaitu, mengucapkan kata “uffin” dan menghardik ( lebih-lebih lagi bila kedua orang tua sudah berusia lanjut).[9]

 

Islam

Mengingat Kematian

May 30, 2016

agama-iman-kepada-hari-akhir-5-638

22595_345009485594166_1686507570_nBanyak orang yang lalai dan terbuai oleh duniawi ini karena mereka tidak tahu kapan mereka mati. Saya juga merupakan orang yang lalai tapi untuk membuat diri saya menjadi tidak lalai saya selalu mengingat bahwa besok saya akan mati . Saya tidak mau mati tanpa membawa bekal yang cukup di akherat nanti jadi ingatlah kematian setiap hari karena kematian adalah rahasia Illahi kita bisa mati 30 detik lagi, 1 jam, 10 jam, 24 jam, sesungguhnya kematian itu dekat berada didepan mata maka berbuatlah kebaikan seakan akan kamu akan mati besok.

Kematian tak bisa dihindari, tidak mungkin ada yang bisa lari darinya. Namun seribu sayang, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.

Kata ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi)

Ingatlah …

Tak mungkin seorang pun lari dari kematian …

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

Harus diyakini …

Kematian tak bisa dihindari …

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Semua pun tahu …

Tidak ada manusia yang kekal abadi …

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34).

Yang pasti …

Allah yang kekal abadi …

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ (27)

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).

Lalu …

Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian …

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 163).

Jadilah mukmin yang cerdas …

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

kesalahan sepenuhnya berada dari saya, kebenaran sepenunya dari Allah .

Islam

Ibu

April 26, 2016

ibu-anak

Jika Berkata tentang ibu berarti berkata tentang orang yang melahirkan kita kedunia ini tanpa beliau kita tidak akan ada di dunia ini. Ibu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi di bandingkan Ayah.

Dalam beberapa ayat Al-qur’an dan Al-hadits lebih ditekankan lagi terhadap orang tua perempuan atau Ibu, sebagaimana dalam hadits berikut ini:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟

قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah r.a, Rasululloh saw bersabda, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Pendapat Imam Al-Qurthubi dalam menjelaskan hadits tersebut adalah; “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalammenghadapi masa hamil, kesulitan ketikamelahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Tafsir Al-Qurthubi X : 239)

Sedangkan Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah dalam kitabnya Al-Kabaair memberikan penjelasan lebih luas tentang sosok Ibu dalam hadits tersebut:

Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.

Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.

Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.

Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya.

Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.

Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.

Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.

Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.

Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.

Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.

Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.

Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.

Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.

Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.

Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.

Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.

Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.

Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.

Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.

(Akan dikatakan kepadanya),

Mengapa Rasululloh SAW memerintahkan untuk menghormati seorang “Ibu” dalam tiga kali dari seorang “Ayah”? Apabila kita coba cermati secara seksama, maka akan kita temukan beberapa alasan yang mendasarinya, yang mana alasan itu juga disebutkan dalam ayat Al-qur’an maupun Al-hadits.

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

Kedua ayat tersebut kalau kita cermati, terdapat tiga pekerjaan yang dilakukan seorang ibu, yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang ayah, dan pekerjaan ketiganya merupakan pekerjaan yang berat. Namun demikian jika itu dilakukan dengan senang, sabar, dan dalam rangka mencari ridlo Alloh SWT, maka pekerjaan itu merupakan bagian dari jihad seorang ibu, yang pahalanya sungguh luar biasa diberikan oleh Alloh SWT.

1. Ibu “mengandung” bayi

Pekerjaan “mengandung” memang hanya diberikan oleh Alloh SWT kepada seorang wanita, makanya “rahim” sebagai tempat mengandung juga hanya dipunyai dan melekat dalam tubuh seorang wanita, yang letaknya pada bagian perut, sedangkan seorang laki-laki, walaupun sama-sama mempunyai perut, tetapi tidak diciptakan rahim di dalamnya.

Oleh karenanya, ketika sepasang suami istri ingin mempunyai anak, kemudian Alloh SWT mengabulkan dan mentakdirkannya, maka setelah terjadi pertemuan antara sel sperma yang dimiliki laki-laki dengan sel telur yang dimiliki perempuan, yang hasil pertemuan itu dinamakan “pembuahan” kemudian menghasilkan “janin”, maka secara automatically janin tersebut tersimpan dalam rahim sang istri. Di dalam rahim itulah janin akan tumbuh terus dengan mendapatkan asupan makanan dan oksigen dari ibu yang mengandungnya melalui saluran plasenta yang letaknya di dalam rahim itu juga.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)(23:12-13).

Seiring dengan perjalanan waktu dengan izin Alloh SWT janin akan tumbuh semakin besar menuju bentuk yang sempurna(bayi/manusia kecil) dengan dilengkapi berbagai perangkat yang melekat pada tubuhnya, persis seperti yang dimiliki oleh ayah dan ibunya, dan saat itu juga berat badan bayi semakin bertambah berat, maka disitulah beban yang harus dibawa seorang ibu semakin berat juga.

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Seorang ibu harus mengandung bayi tersebut dan terus membawanya kemanapun dia pergi, yang tidak mungkin dititipkan pada orang lain atau ditaruh /diletakkan di tempat tertentu untuk sementara waktu agar tidak lelah membawanya kesana kemari. Pekerjaan itu harus ibu lakukan sendiri, tidak ada orang lain atau bahkan suaminya sendiri yang bisa membantu membawa sang bayi yang ada dalam kandungannya, itu harus dia alami selama kurang labih sembilan bulan sepuluh hari,dan semakin mendekati hari kelahiran, akan semakin lemah dan bertambah kepayahan.

Sungguh luar biasa perjuangan seorang ibu yang mengandung anaknya, maka ingatlah kepada Alloh SWT dan jangan lupakan orang tua terutama ibumu

2. Ibu “melahirkan” bayi

Ketika bayi yang ada dalam kandungan sudah sempurna bentuknya, dan sudah saatnya melihat dunia luar, maka sang Ibu harus berjuang dengan taruhan nyawa untuk mengeluarkan bayi tersebut, yang proses itu disebut”melahirkan“. Proses melahirkan merupakan pekerjaan yang hanya dimiliki dan harus ditanggung oleh seorang wanita/ibu, sebagai konsekuensi dari mengandung bayi.

Prosesnya melahirkan sangat luar biasa sakitnya, terutama disaat-saat bayi membuka pintu keluar bagi dirinya sedikit-demi sedikit atau yang sering disebut “kontraksi” sampai saat bayi mendapatkan pintu yang lebar untuk keluar dengan mudah. Saat itulah sang ibu menahan dan melepas nafas, menahan sakit, bahkan ada yang sampai tidak sadar menggigit orang yang ada didekatnya hingga berdarah, karena saking sakitnya.

Maka sebagai seorang muslim/muslimah pada saat melahirkan harus banyak berdzikir, menyebut nama Alloh SWT, dan sang suami beserta keluarganya berdo’a meminta kemudahan dan keselamatan ibu dan anaknya agar bisa lahir dengan lancar.

Begitu beratnya perjuangan saat melahirkan, jika atas takdir Alloh SWT kemudian sang ibu muslim meninggal, maka termasuk dalam kategori mati syahid, Subhanalloh.

الشُّهَدَاءُ سَبْعَةٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ : الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ ، وَالْحَرِقُ شَهِيدٌ ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيد .

“Syuhada’ (orang-orang mati syahid) yang selain terbunuh di jalan Allah itu ada tujuh: Korban wabah tha’un adalah syahid, mati tenggelam adalah syahid, penderita penyakit lambung (semacam liver) adalah syahid, mati karena penyakit perut adalah syahid, korban kebakaran adalah syahid, yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid, dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid.” (HR. Malik, Ahmad, Abu Dawud, dan al-nasai, juga Ibnu Majah. Berkata Syu’aib Al Arnauth: hadits shahih).

Walaupun pada zaman sekarang, seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, seorang wanita yang akan melahirkan tidak harus melalui jalan keluar yang normal, dengan alasan kondisi sang ibu dan bayinya atau alasan medis lainnya, mengeluarkan bayi dari kandungan sang ibu bisa melalui cara pembedahan perut, yang barang kali bisa dibilang menjadi trend melahirkan jaman sekarang, karena pada saat dilakukan operasi bedah, sang ibu akan dibius, sehingga tidak merasakan sakit, sedangkan dalam melahirkan secara normal, sang ibu tidak mungkin dibius, karena dia harus aktif untuk mendorong bayi keluar dengan tekanan pernafasannya. Tetapi bagaimanapun juga  dalam proses operasi pembedahan yang menjadi taruhan nyawa juga sang ibu. Itulah perjuangan seorang wanita/ibu dalam melahirkan bayi.

Sungguh luar biasa perjuangan seorang ibu yang melahirkan anaknya, maka ingatlah kepada Alloh SWT dan jangan lupakan orang tua terutama ibumu.

3. Ibu”menyusui dan mengasuh ” bayi

Setalah bayi keluar dari kandungan, sang ibu juga tidak beristirahat begitu saja, tetapi dia harus menyusuinya setiap saat dan setiap waktu bayi itu kelaparan, karena pada saat umur masih dibawah 3(tiga) bulan lambung sang bayi belum begitu kuat menerima makanan, selain dalam bentuk susu, dan air susu ibu(ASI) mempunyai kandungan yang luar biasa, selain mengenyangkan juga memberi antibody bagi sang anak dari serangan penyakit. Islam memerintahkan sang ibu menyusui anak dalam waktu 2(dua) tahun, dan ketika asi itu tidak dikeluarkan, juga berpanguruh pada sang ibu, terkadang mengalami demam dan sakit.

Belum lagi kalau malam hari harus terjaga, karena bayi biasanya sering bangun malam-malam, menangis dan rewel… maka sang ibu yang masih dalam kondisi kelelahan pada saat melahirkan atau kurang tidur harus bangun menyusuinya untuk menenangkan, apabila masih tetap menangis harus menggendongnya,menghiburnya, mengayun-ayunnya sambil mata sang ibu menahan kantuk dan itupun dilakukannya dengan ikhlash dan kasih sayang…disaat yang sama terkadang sang ayah masih terlelap tidur..seolah tidak peduli.

Kalau sang bayi buang kotoran atau buang air kecil(ngompol)….…sang ibu juga akan dengan sabar membersihkannya dalam setiap saat dan setiap waktu..tanpa merasa jijik dan menyesal, tetapi dilakukan dengan senang hati.

Disaat sang ibu harus melakukan pekerjaan lain seperti memasak, menyapu, mencuci piring, harus sambil mengendong bayi yang tidak mau ditidurkan ditempat tidur.

Namun ada juga seorang ibu yang membuang bayinya karena malu atau tega menyakiti bayinya karena punya persoalan kemisikinan, bertengkar dengan suaminya, atau bahkan ada yang tega membunuhnya, tetapi perbuatan itu semua merupakan perbuatan yang diluar kenormalan manusia atau ketidakwajaran pada umumnya sebagai seorang ibu. Ada pepatah “sebuas-buas harimau tidak akan memakan anaknya”.

4. Ibu “mendidik” anak

Pendidikan usia dini sangatlah penting bagi perkembangan seorang anak, dan kedekatan seorang anak tentunya lebih kepada ibunya dibanding pada ayahnya, karena jika ibunya tidak bekerja diluar rumah, maka hampir setiap saat dan setiap waktu akan mendapatkan belaian sang ibu, sedangkan sang ayah yang mencari nafkah diluar rumah terkadang jarang bertemu. Kedekatan ibu terhadap anaknya inilah yang lebih mudah memberi pengajaran kepada anak, dan pendidikan seorang ibu kepada anaknya terbukti lebih berhasil.

Banyak peristiwa yang terjadi diamana seorang ibu yang berpisah dengan suaminya, entah karena suami meninggal atau perceraian, tetapi sang ibu tetap tegar, mandiri dan berhasil mengantarkan anak-anaknya dewasa serta meraih kesuksesan, walaupun harus merangkap sebagai kepala keluarga yang harus mencari nafkah buat diri dan anak-anaknya, yang hal itu sangat berbeda dengan seorang suami yang berpisah dengan istrinya. Makanya ada guyonan” jika istri berpisah dengan suami lebih banyak memikirkan pendidikan anak-anaknya, tetapi jika suami berpisah dengan istri lebih berfikir bagaimana dan kapan mencari pengganti ibunya anak-anak

Dengan empat alasan itulah kita harus selalu menghormati orang tua kita dan selalu mendoakannya serta memeliharanya ketika sudah berumur senja seperti mereka memelihara kita diwaktu kecil.

Berikut 9 kemuliaan seorang ibu dalam islam.

  1. Dua rakaat solat wanita yang hamil lebih baik dari 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil
  2. Pada siang hari, seorang ibu hamil mendapat pahala puasa sedangkan di malam harinya ia mendapat pahala shalat.
  3. Pada saat melahirkan, seorang Ibu mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa. Sedangkan untuk kesakitan yang dialami, Allah mengganjar kesakitan satu urat dengan satu pahala haji.
  4. Jika seorang ibu meninggal dalam masa 40 hari setelah melahirkan, maka ia mati syahid.
  5. Seorang ibu yang menyusui anaknya mendapat satu pahala dari setiap titik yang ia berikan pada anaknya.
  6. Jika seorang ibu memberi susu pada anaknya yang menangis, maka Allah mengganjarnya dengan pahala satu tahun shalat dan puasa.
  7. Jika seorang ibu menunaikan kewajibannya menyusui selama dua setengah tahun, maka malaikat di langit langsung menyebarkan berita bahwa surge wajib baginya.
  8. Ketika seorang ibu tidak tidur dengan nyenyak karena menjaga anaknya yang sakit, maka ia mendapat pahala setara dengan pahala membebaskan 20 orang hamba sahaya.
  9. Seorang ibu yang kurang tidur karena menjaga anak yang sakit akan diampunkan seluruh dosanya dan jika ia menghibur anaknya yang sakit, Allah beri padanya pahala 12 tahun ibadah.